Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PROSESI DAN PEMAKNAAN TRADISI SENGEN DALAM MASYARAKAT GAYO LUES (SUATU PENELITIAN DI KEC. PUTRI BETUNG KAB. GAYO LUES)
Pengarang
ROSLAINI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1306101010035
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (S1) / PDDIKTI : 87205
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2018
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Roslaini. 2017. Prosesi dan Pemaknaan Tradisi Sengen dalam Masyarakat Gayo Lues Suatu Penelitian di Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues. Skripsi, Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala, Pembimbing:
(1) Drs. Amirullah, M.Si,. (2) Erna Hayati, SH,.M.Hum
Kata Kunci: Sengen, Tradisi, Suku Gayo.
Penelitian ini tentang “Prosesi dan Pemaknaan Tradisi Sengen dalam Masyarakat Gayo Lues”. Penelitian ini berupaya mengungkap sebuah tradisi yakni seorang anak yang tidak cocok dengan orang tuanya dan untuk mengatasi ketidakcocokan itu anak harus diberikan kepada famili dari pihak ayah maupun ibu, ketidakcocokan tersebut disebabkan karena beberapa hal, misalnya anak yang lahirnya dengan cara telungkup dan ketika dibalikkan mengeluarkan air kencing, dan anak laki-laki/perempuan yang sangat mirip dengan ayah maupun ibunya, dikhawatirkan akan membawa petaka atau hal buruk (sering sakit, sering menangis tidak menentu, bahkan dikhawatirkan meninggal). Adapun Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana langkah-langkah dalam prosesi sengen?(2) Bagaimana pemaknaan tradisi sengen dalam budaya masyarakat Gayo Lues?Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah dalam prosesi sengen, dan untuk mengetahui makna dari tradisi sengen dalam budaya masyarakat Gayo Lues. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik wawancara. Lokasi penelitian terletak di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues. Dengan subjek penelitian berjumlah 15 orang yang terdiri dari tokoh masyarakat dan masyarakat yang pernah melaksanakan sengen serta masyarakat yang tidak pernah melaksanakan sengen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) ) Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan sengen ini merupakan orang tua kandung harus menyediakan berbagai perlengkapan untuk seserahan yang akan diserahkan bersama anak kepada orang tua sengen, setelah acara penyerahan selesai dilaksanakan perlengkapan tersebut dikembalikan lagi kepada orang tua kandung. (2) Makna tradisi sengen adalah untuk menjaga keselamatan anak, dan menghindarkan anak dari berbagai hal yang buruk. Simpulan penelitian ini (1) Secara umum masyarakat mengetahui makna dari tradisi sengen meskipun tidak semua masyarakat pernah menjalankan sengen ini. (2) Langkah-langkah dalam prosesi sengen ini diawali dengan persiapan perlengkapan seserahan yang dilengkapi oleh orang tua kandung, pada saat pelaksanaan orang tua kandung dan orang tua sengen duduk saling berhadapan, orang tua kandung menyerahkan anak kepada orang tua sengen serta mengucapkan ritual berbahasa daerah.Saran dalam penelitian ini yaitu (1) kepada seluruh masyarakat hendaknya mengetahui makna yang sebenarnya dari sengen (2) Hendaknya tradisi sengen ini tetap dilestarikan oleh masyarakat.
Tidak Tersedia Deskripsi
PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES 1986-2014 (SELAMAT, 2016)
ETNOBOTANI TUMBUHAN OBAT MASYARAKAT GUMPANG LEMPUH KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES (Nindi, 2023)
PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES SEJAK PEMEKARAN TAHUN 2004-2014 (Jamal, 2016)
ANALISIS PENGGUNAAN PANTUN DALAM BUDAYA MASYARAKAT GAYO LUES (Susi Susanti, 2019)
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN KAMPUS PROGRAM DI LUAR DOMISILI UNSYIAH BLANGKEJEREN ( SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN PUTRI BETUNG ) (Erna Fauzia, 2017)