<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36910">
 <titleInfo>
  <title>PUSAT PENGOLAHAN PALA DI TAPAKTUAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Lukky Hendriansyah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam merupakan salah satu sentra penghasil Pala, produksi terbesarnya adalah di Kabupaten Aceh Selatan. Luas tanaman Pala di daerah ini mencapai 14.971 Ha. Dengan total produksi 5.567 ton pertahun. Oleh karena itu, dengan melihat potensi tersebut maka sangat diperlukan suatu pengembangan komoditi tanaman Pala melalui pengolahan dalam berbagai bentuk produk terutama dari hasil bukan kayunya yaitu berupa Buah. Di kabupaten Aceh Selatan pengolahan Buah Pala masih dilakukan dengan proses yang tradisional dan masih dalam skala home industri. Oleh karena itu proses dalam mengolah Pala menjadi minyak Pala saat ini di Aceh Selatan belum meningkatakan ekonomi para pengolah Pala karena masih menggunakan bahan bakar kayu yang sangat banyak, dan mahal. belum lagi harga minyak Pala dipasaran yang cenderung tidak tetap. Dan produk yang dihasilkan dari olahan Buah Pala masih kurang berkualitas dan belum mampu bersaing dengan produk luar daerah. Pusat Pengolahan Pala di Tapaktuan adalah sebuah bangunan pabrik yang dapat memenuhi seluruh aktivitas produksi Pala, sehingga menghasilkan produk olahan Pala yang berkualitas dan dapat bersaing secara global. Bangunan mengambil tema arsitektur Neo – vernacular yang dilakukan dengan metode pendekatan terhadap lingkungan dan budaya yang berkembang pada masyarakat.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36910</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 14:54:15</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 15:28:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>