<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36906">
 <titleInfo>
  <title>PENDUGAAN RESERVOIR SISTEM PANAS BUMI BERDASARKAN ANOMALI MAGNETIK PADA KAWASAN GUNUNG API JABOI, SABANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RAHMAD FAUZI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian menggunakan metode magnetik untuk menentukan zona potensial reservoir panas bumi pada kawasan gunung api Jaboi, Sabang. Pengukuran dilakukan di 41 titik dengan menggunakan Proton Precission Magnetometer (PPM) dengan jarak antar titik pengukuran sejauh 250 meter. Data yang diperoleh dilapangan dikoreksi diurnal dan IGRF (International Geomagnetic References Field) untuk mendapatkan anomali magnetik. Data anomali magnetik tersebut diolah menggunakan software Oasis Montaj. Kontur Anomali yang dihasilkan kemudian dilakukan penapisan RTE (Reduce To Equator), yang menginformasikan titik-titik pengukuran memotong patahan Ceuneuhot di batas kontras anomali tinggi dan rendah, serta informasi lokasi manifestasi yang terletak di anomali rendah yang diduga akibat proses demagnetisasi batuan. Selanjutnya dilakukan sayatan melintang pada kontur hasil RTE untuk memodelkan batuan bawah permukaan lokasi penelitian. Dari hasil pemodelan penampang 2D batuan bawah permukaan tersebut menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat patahan yang diduga sebagai patahan Ceuneuhot dan 5 lapisan batuan dengan kedalaman 0-1200 meter dan suseptibilitas (10-6 cgs) yang relatif rendah. Adapun lapisan batuannya adalah andesit terubah (k=7.000-20.000 h=0-150 m), breksi andesitan (k=700-4.000 h=10-450 m), andesit terubah (k=8.000-15.000 h=290-790), breksi tufaan (k=2.000-4.000 h=670-1060 m) dan basal terubah (k=800-900 h=830-1200 m). Berdasarkan sifat fisis ke lima batuan tersebut, batuan yang berpotensial menjadi reservoir panas bumi adalah batu breksi tufaan pada lapisan ketiga.&#13;
&#13;
Kata Kunci :	Metode Magnetik, Anomali Magnetik, Reservoir, Suseptibilitas, Panas Bumi, Jaboi Sabang</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36906</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 14:47:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-03 15:13:12</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>