PENGARUH STIGMA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU REMAJA (STUDI TERHADAP STIGMA NEGATIF REMAJA MUKIM KONGSI GAMPONG KUTA BARAT KOTA SABANG) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGARUH STIGMA TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU REMAJA (STUDI TERHADAP STIGMA NEGATIF REMAJA MUKIM KONGSI GAMPONG KUTA BARAT KOTA SABANG)


Pengarang

Nazari Ayu - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310101010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Labelling merupakan pemberian cap atau label negatif yang diberikan
masyarakat kepada seseorang karena perilaku menyimpang, kemudian individu
cenderung akan melakukan kembali penyimpangan tersebut. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh stigma negatif masyarakat Kota Sabang terhadap
perubahan perilaku remaja Mukim Kongsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan penelitian ditentukan
menggunakan teknik purposive sampling. Peneliti menggunakan teori labelling oleh
Edwin M. Lamert untuk menganalisis penelitian ini. Data dikumpulkan melalui
wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa remaja Mukim
Kongsi terlibat dalam perilaku menyimpang (primary deviation) seperti mencuri,
merokok, berpacaran, berkata kasar (memaki/menghujat), berjudi, dan narkoba. Sehingga
menimbulkan stigma dari masyarakat Kota sabang sebagai respon terhadap perilaku
remaja Mukim Kongsi dan melakukan pelabelan seperti pencuri, perokok, remaja nakal,
pemakai narkoba, penjudi dan trouble maker terhadap remaja Mukim Kongsi. Kemudian
setelah mendapatkan label tersebut dari masyarakat Kota Sabang, remaja Mukim
Kongsi melanjutkan kembali perilaku menyimpang mereka yang disebut sebagai
penyimpangan sekunder (secondary deviation) sehingga remaja Mukim Kongsi
terjebak dalam suatu perilaku hidup menyimpang yang menetap (deviant life style).
Kata Kunci: Stigma, Labelling, Perilaku Menyimpang, Remaja.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK