Jaringan Sosial Tataniaga Garam di Simpang Tiga | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Jaringan Sosial Tataniaga Garam di Simpang Tiga


Pengarang

Ibnu Phonna Nurdin - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0910101010037

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

306.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK


Indonesia memiliki wilayah pesisir yang luas dan ini dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Cebrek untuk bekerja sebagai petani garam. Garam yang diproduksi tidak dapat dijual setiap harinya meskipun produksi garam yang dihasilkan melimpah. Hal ini membuat petani mengeluh dalam bekerja sebagai petani garam. Tujuan dari penelitian ini ialah : (1). Mendiskripsikan tataniaga garam yang terjadi di Desa Cebrek, (2) Mendiskripsikan tingkat jaringan sosial yang terjadi pada sesama pelaku tataniaga garam.Penelitian ini dilakukan di Desa Cebrek, Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Pidie. Bentuk penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif sesuai data yang dibutuhkan. Jumlah informan yang diteliti berjumlah 25 orang. Terdiri dari 20 orang petani garam, 2 orang pedagang perantara, 2 orang pengumpul dan 1 orang pedagan besar .Data primer diperoleh melalu wawancara dengan informan yang mengetahui secara luas tentang jaringan sosial dan tataniaga yang terjadi pada sesama pelaku tataniaga. Sedangkan data sekunder diperoleh melalui dari berbagai sumber dokumentasi, buku, artikel, dan dari media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi 4 pola jaringan tataniaga pada sesama pelaku tataniaga di Desa Cebrek.Disamping itu, jaringan sosial yang terjadi diantara sesama pelaku tataniaga berbeda beda. Dan hal itu mempengaruhi proses terjadinya tataniaga yang terjadi diantara pelaku tataniaga garam. Meskipun berbeda beda, kegiatan tataniaga tetap berlangsung dengan baik.Disamping itu, diharapkan kepada pemerintah agar dapat membuat satu tempat penampungan garam, agar petani garam di Desa Cebrek tidak kesulitan dalam menjual garamnya. Pemerintah juga diharapkan agar dapat memberikan bantuan kepada petani garam yang berada di Desa Cebrek. Bantuan yang sangat diperlukan oleh petani garam ialah berupa kayu bakar.

Kata Kunci : Jaringan Sosial, Tataniaga Garam

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK