Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEDAGANG ETNIS TIONGHOA DENGAN PEDAGANG ACEH DALAM BERBISNIS (Suatu Studi Pada Pedagang di Gampong Peunayong, Banda Aceh Dalam Berbisnis Grosir dan Kelontong)
Pengarang
Nisa Thaharah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
0710102010062
Fakultas & Prodi
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik-Universitas Syiah Kuala., 2013
Bahasa
Indonesia
No Classification
302.346
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Penelitian ini diberi judul ”Efektivitas Komunikasi Interpersonal Pedagang Etnis Tionghoa Dengan Pedagang Aceh Dalam Berbisnis (Suatu Studi Pada Pedagang di Gampong Peunayong, Banda Aceh Dalam Berbisnis Grosir dan Kelontong)”. Fokus pembahasan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas komunikasi interpersonal pedagang etnis Tionghoa dan pedagang Aceh dalam berbisnis di Gampong Peunayong Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara melakukan observasi dan wawancara mendalam pada setiap informans. Subjek dalam penelitian ini adalah orang-orang yang peneliti pilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu pedagang kelontong/grosir skala besar dan pembeli yang berbelanja di toko kelontong/grosir. Berdasarkan hasil dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa efektivitas komunikasi interpersonal pedagang etnis Tionghoa dan pedagang Aceh ditentukan oleh dua hal. Pertama, efektivitas berdasarkan komunikasi verbal dan nonverbal. Dari segi komunikasi verbal pedagang etnis Tionghoa sebagian besar menggunakan bahasa mereka sendiri dalam bertransaksi dengan sesama etnis sedangkan pedagang Aceh tidak selalu menggunakan bahasa daerahnya sendiri dengan sesama etnis dalam bertransaksi, pedagang Aceh lebih cenderung berbicara bahasa Indonesia agar pembeli tidak timbul kecurigaan, sedangkan komunikasi nonverbal yang dilakukan pedagang etnis Tionghoa dalam bertransaksi pada umumnya menggunakan gerakan isyarat seperti menunjuk barang dengan tangan sambil duduk dibangku kasir dan pedagang Aceh menggunakan sikap badan seperti berdiri dari bangku kasir dan menghampiri pelanggan yang datang untuk berbelanja. Selanjutnya komunikasi interpersonal yang efektif dinilai berdasarkan aspek keterbukaan, empati, sikap suportif, sikap positif dan kesetaraan. Berdasarkan aspek yang dinilai etnis Tionghoa dan Aceh sama-sama memiliki empat aspek yaitu aspek keterbukaan, empati, sikap suportif dan sikap positif, sedangkan aspek kesetaraan hanya dimiliki oleh pedagang Aceh.
Kata kunci: Efektivitas, Komunikasi Interpersonal, Pedagang Etnis Tionghoa dan Pedagang Aceh
Banda Aceh, Desember 2013
Penulis,
Nisa Thaharah
Tidak Tersedia Deskripsi
STEREOTIP MASYARAKAT LOKAL ACEH TERHADAP PEDAGANG ETNIS TIONGHOA DALAM BERBISNIS DI KOTA BANDA ACEH (Nauval Musaddiq, 2019)
PERKEMBANGAN ETNIS TIONGHOA DI KOTA BANDA ACEH, 1945-2014 (CITRA AMELIA, 2014)
ANALISA PENDAPATAN PEDAGANG KELONTONG DI PASAR SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN (Arini, 2021)
POLA INTERAKSI ETNIS ACEH DAN ETNIS TIONGHOA DI GAMPONG PEUNAYONG BANDA ACEH (AZZAHRA SAFITRI, 2022)
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DENGAN MASYARAKAT ETNIS ACEH DALAM MENGEMBANGKAN ADAT DAN BUDAYA TIONGHOA DI GAMPONG PEUNAYONG KOTA BANDA ACEH (JUNAIDI SIREGAR, 2016)