IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO BAGI KONTRAKTOR KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN ACEH UTARA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR RISIKO BAGI KONTRAKTOR KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN ACEH UTARA


Pengarang

Aufa Ghufran - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1204101010064

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Risiko suatu proyek kontruksi dapat terjadi pada setiap kegiatan proyek konstruksi. Risiko tersebut memiliki dampak yang berbeda-beda terutama pada periode yang berbeda seperti halnya di Kabupaten Aceh Utara yang memiliki tiga masa, yaitu masa konflik (sebelum tahun 2005), rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (tahun 2005-2009), dan pasca rehabilitasi rekonstruksi (tahun 2010 sampai dengan sekarang). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel dari masing-masing risiko yang dominan terjadi dalam proyek konstruksi, serta menganalisis perbedaan rata-rata frekuensi terjadinya variabel risiko pada tiga priode yang berbeda. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel risiko tersebut adalah dengan melakukan survey kuesioner pada 32 perusahaan kontraktor kualifikasi kecil dan menengah di Kabupaten Aceh Utara. Sesudah disebarkan ke responden instrumen diuji menggunakan uji validitas dan uji reliabilitas dengan hasil keduanya menunjukkan valid dan reliabel. Pengolahan data dilakukan menggunakan perhitungan analisis deskriptif dengan distribusi frequency index (FI) dan mean. Hasil analisis deskriptif menujukkan bahwa pada fase konflik frekuensi kejadian paling tinggi yaitu variabel keterlambatan pengiriman material, pada fase rehabilitasi rekonstruksi ialah kenaikan harga BBM, dan fase pasca rehabilitasi rekonstruksi yaitu keadaan cuaca tidak menentu. Analisis frequency index (FI) menunjukkan bahwa yang paling dominan terjadinya risiko ialah keterlambatan pengiriman material yang terjadi pada fase konflik, selanjutnya kenaikan harga BBM yang tertinggi pada fase rehabilitasi rekontruksi, dan pada fase pasca rehabilitasi rekonstruksi keadaan cuaca tidak menentu menjadi risiko tertinggi pada masa tersebut. Perhitungan analysis of variance (Anova) menunjukkan terdapat pengaruh dari ketiga periode tersebut terhadap peluang risiko ditunjukkan dengan adanya perbedaan nyata atau signifikan dari setiap variabel dan tiga priode tersebut terhadap tingkat dan peluang risiko.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK