Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PERBANDINGAN ASI EKSKLUSIF DAN ASI NON EKSKLUSIF DENGAN GEJALA FREKUENSI RINITIS ALERGI PADA ANAK DI RSUDZA BANDA ACEH
Pengarang
Muhammad Dipi Abdallah - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1407101010024
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Rinitis alergi mewakili masalah kesehatan global yang mempengaruhi 10 sampai 20% populasi dan meningkat dengan angka 30-40% dari total populasi dunia pada tahun 2011. Rinitis alergi merupakan penyakit kronis paling umum pada anak dan kejadiannya meningkat pada usia anak diatas 5 tahun. Beberapa faktor dianggap berhubungan dengan rinitis alergi antara lain genetik, usia, jenis kelamin, sering infeksi saluran napas, pemberian antibiotik sejak dini, memiliki hewan peliharaan berbulu, pemberian ASI, status sosioekonomi dan proses persalinan sesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara anak yang mendapatkan ASI eksklusif dan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif terhadap frekuensi gejala rinitis alergi yang timbul pada anak usia 5-18 tahun di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik komparatif dengan rancangan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah semua anak yang didiagnosis menderita penyakit rinitis alergi di Poliklinik Anak dan THT-KL RSUDZA Banda Aceh. Sampel penelitian ini terdiri dari 35 responden yang diwawancarai menggunakan kuesioner yang valid dan reliabel serta data rakam medik untuk mendapatkan status pemberian ASI dan frekuensi gejala rinitis alergi pada anak. Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan antara anak yang mendapatkan ASI eksklusif dan tidak eksklusif terhadap frekuensi gejala rinitis alergi dengan nilai p = 0,000 ( P < 0,05 ). Hal ini menunjukkan bahwa anak dengan riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki frekuensi gejala rinitis alergi yang lebih rendah dibandingkan yang memiliki riwayat ASI tidak eksklusif.
Kata Kunci : Rinitis alergi, ASI eksklusif, anak usia 5-18 tahun
Tidak Tersedia Deskripsi
ANGKA KEJADIAN RINOSINUSITIS MAKSILARIS KRONIS PADA PENDERITA DENGAN RIWAYAT RINITIS ALERGI DI POLIKLINIANG THT RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH PERIODE OKTOBER-DESEMBERRN2010 (Eka Lismayanti, 2023)
HUBUNGAN GEJALA RINITIS ALERGI DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMA BOARDING DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2018 (AFRIANI NUR RIZKI, 2018)
HUBUNGAN RINITIS ALERGI TERHADAP PENURUNAN KUALITAS HIDUP PADA ANAKRNUSIA 9-11 TAHUN DI SD 3 PEUNITI BANDA ACEH (Mutia sahara rofanda, 2023)
GAMBARAN KONSUMSI MAKANAN IBU MENYUSUI TERHADAP TIMBULNYA GEJALA AWAL ALLERGIC MARCH PADA BAYI ATOPI SAAT BERUSIA 0-6 BULAN DI KOTA BANDA ACEH (Nurfarahin, 2014)
PERBEDAAN GEJALA RINITIS ALERGI ANTARA SISWA MEROKOK DAN TIDAK MEROKOK DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KOTA BANDA ACEH (T. ANDI SYAHPUTRA, 2019)