<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36525">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA SISTEM PENAMBAHAN KOLEKTOR SURYA SEBAGAI PENYUPLAI PANAS PADA SISTEM PENGERING IKAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eri Eka Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ANALISA SISTEM PENAMBAHAN KOLEKTOR SURYA SEBAGAI PENYUPLAI PANAS PADA SISTEM PENGERING IKAN&#13;
&#13;
Oleh :&#13;
&#13;
Eri Eka Putra&#13;
110410201070&#13;
&#13;
Jurusan Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala&#13;
&#13;
Abstrak&#13;
&#13;
Pemanfaatan energi surya secara optimal sebagai energi  pengeringan masih terkendala akibat lamanya waktu pengeringan, sempitnya lahan dan kurang higienisnya hasil pengeringan. Perkembangan teknologi energi surya memperlihatkan prestasi yang menjanjikan’untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu  teknologi yang dapat digunakan adalah pengeringan menggunakan metode Solar Dryer. Metode ini memanfaatkan udara panas matahari yang masuk kedalam kolektor surya dan diserap oleh plat hitam absorber yang mengakibatkan naiknya temperatur absorber,  perubahan energi dalam pada absorber menyebabkan naiknya temperatur absorber. Adanya  gradient temperatur antara absorber dengan udara  menyebabkan  terjadinya perpindahan panas konveksi. Naiknya temperatur udara dalam kolektor mengakibatkan densitas udara di dalam kolektor lebih kecil dari pada udara di luar, sehingga udara mengalir ke tempat yang lebih tinggi dan masuk ke lemari pengering. Pada penelitian ini mengkaji sistem kolektor surya dengan menambahkan kolektor preheater (pemanas awal) dan dilakukan perbandingan temperatur yang dihasilkan pada lemari pengering antara kolektor surya yang tidak menggunakan preheater dan yang menggunakan preaheater . Bedasarkan hasil pengujian ditemukan bahwa dengan penambahan kolektor preheater dengan ukuran panjang 1700 mm, lebar belakang 950 mm dan lebar depan 2650 mm dapat meningkatkan temperatur pada tempat pengeringan dari semulanya berkisar 40°C-50°C meningkat menjadi 50°C- 67°C. &#13;
&#13;
Kata kunci: Solar Dryer, Absorber, preheater, Perpindahan Panas&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36525</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 13:52:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-27 14:32:18</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>