LUMUT KERAK SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

LUMUT KERAK SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN UDARA DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH


Pengarang

AHDA FATIMAH - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306103010087

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

628.53

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Ahda Fatimah. 2017. Lumut Kerak Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kawasan Kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Skripsi, Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:
(1) Dr. Hasanuddin, M. Si., (2) Prof. Dr. Djufri, M.Si.
Kata kunci: lumut kerak (Lichen), bioindikator, pencemaran udara.
Penelitian “Lumut Kerak Sebagai Bioindikator Pencemaran Udara di Kawasan Kampus Universitas Syiah Kuala Banda Aceh” telah dilakukan sejak Agustus 2017 sampai dengan Oktober 2017. Penelitian ini bertujuan mengetahui pertumbuhan lumut kerak yang meliputi bentuk talus dan warna talus, melihat keanekaan, dihitung jumlah jenis lumut kerak dan untuk mengetahui keadaan udara di kawasan kampus Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh berdasarkan bioindikator lumut kerak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode jelajah. Semua jenis lumut kerak yang dijumpai di lapangan dicatat kemudian diidentifikasi. Data dianalisis secara deskriptif yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian ditemukan 3 jenis lumut kerak di kawasan kampus Unsyiah, dua jenis diantaranya terdapat pada pohon tanjung dan jenis lainnya terdapat pada tumbuhan lain yang ada di lokasi penelitian. Dari 3 jenis lumut kerak tersebut, jenis Parmelia sulcata adalah jenis lumut kerak yang paling banyak ditemukan. Perubahan struktur komunitas oleh pencemaran udara menunjukkan hilangnya lichen sensitif, pertama hilangnya spesies fructicose, diikuti oleh spesies foliose dan spesies crustose yang sangat toleran terhadap pencemaran udara (Brodo, 1966). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa lokasi penelitian di kampus Universitas Syiah Kuala telah tercemar ringan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK