<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36431">
 <titleInfo>
  <title>FENOMENA PEMBERITAAN HOAX TERKAIT ISU AGAMA (STUDI PERSETERUAN AHOK VS FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Siti Fathia Savitri</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Penelitian ini  berjudul “Fenomena Pemberitaan  Hoax  Terkait Isu Agama  (Studi &#13;
Perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam  (FPI) di Media Sosial Instagram)”. &#13;
Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  strategi  wacana  yang digunakan  pada &#13;
fenomena dalam pemberitaan hoax terkait isu agama pada perseteruan Ahok vs Front &#13;
Pembela Islam (FPI). Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis wacana dari &#13;
Model Theo Van Leeuwen. Ada dua pusat perhatian pada Model Theo Van &#13;
Leeuwen. Pertama,  proses pengeluaran (exclusion). Ada kelompok yang dikeluarkan &#13;
dalam pemberitaan, dengan menggunakan strategi wacana. Strategi yang paling &#13;
sering digunakan yaitu dengan strategi pasivasi. Kedua, proses  pemasukkan &#13;
(inclusion).  Inclusion  berhubungan dengan masing-masing pihak atau  kelompok &#13;
yang ditampilkan/dimasukkan dalam pemberitaan, dengan menggunakan &#13;
objektivitas, katagorisasi dan asosiasi. Dari empat edisi pemberitaan, hasil penelitian &#13;
yang didapatkan menggunakan model Theo Van Leeuwen dalam menyajikan &#13;
pemberitaan  hoax  terkait isu agama pada perseteruan Ahok vs Front Pembela Islam &#13;
yaitu pada strategi ekslusi  media lebih banyak mengeluarkan pihak Ahok pada teks &#13;
pemberitaan, opini-opini yang diutarakan oleh narasumber pendukung Ahok seolah-&#13;
olah menjatuhkan pihak Front Pembela Islam (FPI). sedangkan strategi pada proses &#13;
inklusi media kerap kali memasukkan kelompok -kelompok lain yang berhubungan &#13;
dengan permasalahan untuk memperluas perseteruan antara Ahok vs Front Pembela &#13;
Islam (FPI) agar saling menunjukkan kebenaran masing-masing  pihak.  Media &#13;
Instagram juga dalam mempublikasikan teks pemberitaan terkesan menyampaikan &#13;
apa adanya dalam berita.    Maka tidak heran dalam kasus perseteruan Ahok vs Front &#13;
Pembela Islam (FPI), media dalam memberitakan perseteruan masih tidak seimbang, &#13;
tidak  menggunakan prinsip  cover both side  (menampilkan dua sisi dalam &#13;
pemberitaan).&#13;
Kata Kunci: Fenomena Pemberitaan Hoax, Ahok, Front Pembela Islam, &#13;
Instagram.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36431</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-21 14:21:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-01-02 10:41:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>