KEBIJAKAN MILITER PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MEMERANGI KELOMPOK TALIBAN DI AFGHANISTAN PADA KEPEMIMPINAN BARACK OBAMA PERIODE 2009-2012 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KEBIJAKAN MILITER PEMERINTAH AMERIKA SERIKAT DALAM MEMERANGI KELOMPOK TALIBAN DI AFGHANISTAN PADA KEPEMIMPINAN BARACK OBAMA PERIODE 2009-2012


Pengarang

SITI HARDIYANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1310103010091

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Pasca Tragedi WTC 11 September 2001, Taliban menjadi sorotan pemerintah Amerika Serikat karena telah bersekutu dengan Al-Qaeda. Pimpinan Taliban melindungi Osama Bin Laden dari incaran pemerintah Amerika Serikat sehingga militer Amerika Serikat dikerahkan ke wilayah Afghanistan untuk menangkap pimpinan Taliban sekaligus menghancurkan jaringannya. Presiden Barack Obama melakukan operasi militernya dengan menggunakan kebijakan smart power yang berhasil menewaskan 508 anggota Taliban dalam operasi militer tahun 2009-2011 beserta dengan menewaskan pimpinan Al-Qaeda Osama Bin Laden pada tanggal 2 Mei 2011 di Abbotabad, Pakistan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Taliban di Afghanistan serta mengetahui faktor yang mempengaruhi pemerintah Amerika Serikat dalam melakukan kebijakan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Penelitian ini bersifat kajian pustaka, dimana seluruh data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder, yang meliputi buku, tesis, skripsi, jurnal dan berbagai dokumen penting lainnya yang mendukung penelitian Penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan smart power menghasilkan: upaya perundingan dan kerjasama, mengirimkan pasukan militer AS, melatih militer Afghanistan, mendirikan pangkalan militer serta melakukan operasi militer. Obama memoleskan kebijakan smart power dengan cara yang logis dan strategis guna menerapkan kebijakannya. Kebijakan smart power Obama merupakan kebijakan yang ideal dan logis. Kebijakan tersebut tidak lepas dari pengaruh berbagai faktor, diantaranya meliputi: pengaruh individual pemimpin, partai politik, serta kepentingan internal negara Amerika Serikat sendiri terhadap kawasan Afghanistan.
.


Kata Kunci : Amerika Serikat, Afghanistan, Taliban, kebijakan smart power, operasi militer.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK