<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36183">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI CAMPURAN SEMEN GROUTING DAN BETON YANG DIPERCEPAT TERHADAP EKSPANSI, WAKTU IKAT DAN SUHU DENGAN MENGGUNAKAN AIR ES SEBAGAI PEREAKSI SEMEN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Deva Rosalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Ekspansi/susut pada beton merupakan deformasi pada beton yang sangat &#13;
dipengaruhui oleh waktu, temperatur dan bahan penyusunnya. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi campuran semen grouting dan beton &#13;
yang di percepat terhadap ekspansi, waktu ikat dan suhu dengan  menggunakan air &#13;
es sebagai pereaksi semen. Dimensi benda uji standar yang digunakan pada &#13;
penelitian ini adalah  silinder  diameter  10 cm x tinggi 20 cm sebanyak 18  buah &#13;
benda uji untuk masing-masing penggunaan air  es sebagai bahan pereaksi semen, &#13;
dan pengujian susut dilakukan pada umur 12 jam, 24 jam, 48 jam dan 28 hari &#13;
setelah pengecoran.  Perencanaan  campuran beton menggunakan metode coba-&#13;
coba (trial and error).  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada umur 28 &#13;
hari maksimum penyusutan  terjadi  pada campuran beton non pasir adalah &#13;
0,012601 dan penyusutan minimum  terhadap umur 28 hari terjadi  pada campuran &#13;
semen +  accelerator  + pasir + sika  fume  +  viscocrete  adalah 0,004333. Pada &#13;
pengujian waktu ikat awal beton dengan bahan tambah sika grout memiliki waktu &#13;
ikat awal yang lebih lama yaitu selama 150 menit, dan pengujian waktu ikat awal &#13;
beton dengan bahan tambah sika  grout  +  accelerator  memiliki waktu ikat awal &#13;
yang lebih cepat dibandingkan dengan campuran lainnya yaitu selama 40 menit. &#13;
Suhu tertinggi dan terendah yang dihasilkan pada penggunaan air es sebagai &#13;
bahan pereaksi berturut-turut 29,3 °C dan 25,9 °C pada campuran semen + &#13;
accelerator  + pasir +  split  + sika fume  + viscocrete  dan pada campuran sika  grout&#13;
+ accelerator. &#13;
Kata Kunci : Susut Beton, Waktu Ikat Beton, Air Es, Suhu Campuran Beton</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36183</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-13 16:10:43</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-14 09:20:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>