<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36127">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH VARIASI CAMPURAN SEMEN GROUTING DAN BETON YANG DIPERCEPAT TERHADAP EKSPANSI, WAKTU IKAT DAN SUHU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ulya Febriani</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Beton memiliki keunggulan sebagai bahan bangunan dan pemakaiannya di&#13;
masyarakat  sampai saat ini masih sangat luas. Permasalahan yang sering muncul&#13;
adalah bagaimana menghasilkan beton dengan mutu baik dan tingkat keawetan&#13;
(durabilitas) yang baik. Salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah&#13;
bagaimana menjaga beton agar penyusutan yang terjadi dapat diminimalisasi,&#13;
karena akibat dari penyusutan dapat menurunkan kualitas beton, untuk itu perlu&#13;
diketahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya susut pada&#13;
beton. Setelah diadakan studi literatur dapat diidentifikasi faktor-faktor yang&#13;
mempengaruhi susut pada beton adalah: agregat, faktor air semen, ukuran elemen&#13;
beton, kondisi lingkungan, bahan tambah dan jenis semen. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk mengetahui pengaruh ekspansi waktu ikat dan suhu pada umur awal beton&#13;
non susut pada beton mutu tinggi. Perencanaan campuran beton menggunakan&#13;
metode coba-coba (trial and erorr) dengan perhitungan berdasarkan perbandingan&#13;
berat dari bahan pembentuk beton. Dimensi benda uji standar yang digunakan&#13;
pada penelitian ini adalah silinder diameter 10 cm x tinggi 20 cm yang di lakukan&#13;
pada umur 12 jam, 24 jam, 48 jam dan 28 hari setelah pengecoran dengan masingmasing&#13;
&#13;
umur 3 buah benda uji dari 12 buah benda uji. Hasil dari penelitian ini&#13;
adalah penyusutan terbesar yaitu sebesar 0,018089 pada campuran semen + pasir&#13;
+ sika fume + viscocrete terhadap umur 28 hari dan penyusutan terkecil sebesar&#13;
0,007013 pada campuran semen + pasir + split + sika fume + viscocrete terhadap&#13;
umur 28 hari. Pada beton dengan bahan tambah sika grout memiliki waktu ikat&#13;
awal (setting time) yang lebih lama yaitu 162 menit, dan beton dengan bahan&#13;
tambah sika grout dan accelerator mengalami waktu ikat awal (setting time) yang&#13;
lebih cepat yaitu selama 40 menit. Penggunaan air pada waktu malam dengan&#13;
suhu 29,4?C dan pada waktu siang hari dengan suhu 29?C. Penggunaan air pada&#13;
suhu malam hari dan siang hari tidak menghasilkan suhu mortar yang sama pada &#13;
setiap campuran. &#13;
Kata Kunci : Beton, Susut, Waktu Ikat, Suhu Campuran.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36127</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-11 12:29:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-11 14:30:09</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>