<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="36106">
 <titleInfo>
  <title>MODEL TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA PERCEPATAN DURASI PEKERJAAN PONDASI TAPAK DAN PEKERJAAN SLOOF DI KABUPATEN ACEH BARAT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT YUNIATI ANAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Percepatan durasi proyek sering dilakukan ketika progress proyek dinilai mengalami keterlambatan terhadap rencana. Konsekuensi dari percepatan durasi tersebut adalah peningkatan biaya pelaksanaannya. Untuk maksud tersebut maka penelitian ini bertujuan mengembangkan model Time Cost Trade Off (TCTO) pada pekerjaan dalam sebuah proyek. Pekerjaan yang ditinjau yaitu pekerjaan pondasi tapak dan pekerjaan sloof. Model tersebut dikembangkan bedasarkan persepsi responden melalui pengisian kuesioner. Responden dalam penelitian ini yaitu  direktur, estimator, dan manajer proyek pada badan usaha (kontraktor) yang berdomisili di Kabupaten Aceh Barat. Disamping data primer, penelitian ini juga menggunakan data sekunder yaitu data RAB dan data time schedulle yang juga diperoleh dari responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa regresi linear. Model TCTO yang dihasilkan untuk masing-masing pekerjaan adalah pekerjaan bekisting pondasi tapak: B = 31.741.707 – 676.552(d)  dengan durasi normal (Dn) 10 hari dan durasi crash (Dc) 4 hari. Pekerjaan pembesian pondasi tapak: B = 63.889.739 – 1.524.563(d) dengan Dn 10 hari dan Dc  5 hari. Pekerjaan pengecoran pondasi tapak: B = 83.330.007 – 2.191.237(d) dengan Dn 10 hari dan Dc  4 hari. Pekerjaan bekisting sloof: B = 35.192.529 – 789.974(d) dengan Dn 10 hari dan Dc 4 hari. Pekerjaan pembesian sloof: B = 64.690.473–1.485.136(d) dengan Dn 10 hari dan Dc 5 hari. Pekerjaan pengecoran sloof: B = 74.316.274 – 2.061.404(d) dengan Dn 10 hari dan Dc 4 hari. Dari setiap model tersebut biaya tambahan per hari yang muncul untuk bekisting pondasi tapak: 2,7%, pekerjaan pembesian pondasi tapak 3,1%, pekerjaan pengecoran pondasi 3,5%, pekerjaan bekisting sloof 2,9%, pekerjaan pembesian sloof 3,0% dan pekerjaan pengecoran sloof 3,8%. Sehingga dari setiap hasil perhitungan menunjukkan bahwa menurut 61 responden yang diteliti, percepatan durasi akan mengakibatkan peningkatan biaya pelaksanaan pekerjaan terkait secara linear.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>36106</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-12-07 17:00:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-12-18 10:26:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>