PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZIL AMINO PURIN (BAP) DAN NAPHTHALENE ACETIC ACID (NAA) TERHADAP INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA COLLA.) SECARA IN VITRO | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PENGGUNAAN ZAT PENGATUR TUMBUH BENZIL AMINO PURIN (BAP) DAN NAPHTHALENE ACETIC ACID (NAA) TERHADAP INDUKSI TUNAS PISANG BARANGAN (MUSA ACUMINATA COLLA.) SECARA IN VITRO


Pengarang

WIKA RAHMATIKA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1308104010031

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Biologi (S1) / PDDIKTI : 46201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

1

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Pisang barangan (Musa acuminata Colla.) merupakan salah satu pisang
yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia. Kendala saat ini permintaan
terhadap pisang barangan meningkat, sedangkan produktivitasnya tidak seimbang.
Kultur jaringan adalah salah satu solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Zat
pengatur tumbuh (ZPT) sangat berpengaruh terhadap hasil dari kultur jaringan.
Oleh sebab itu, dilakukannya penelitian ini untuk menjawab permasalahan
mengenai komposisi yang optimal dalam perbanyakan pisang barangan.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Dinas Pertanian dan
Perkebunan, Provinsi Aceh. Penelitian dilakukan dengan rentang waktu selama
105 hari. Penelitian ini menggunakan ZPT Benzil Amino Purin (BAP) dan
Naphthalene Acetic Acid (NAA) dengan menggunakan eksplan berupa bonggol
pisang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial
dengan 2 faktor, 12 perlakuan, dan 3 ulangan. Penggunaan BAP terdiri dari 4
taraf yaitu: 0 ppm (kontrol); 2 ppm; 4 ppm; dan 6 ppm, sedangkan NAA terdiri
dari 3 taraf yaitu: 0 ppm (kontrol); 0,5 ppm; dan 1 ppm. Media yang digunakan
adalah Murashige & Skoog (MS). Parameter penelitian terdiri dari jumlah tunas
dan waktu muncul tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi ZPT 6
ppm BAP dan 0,5 ppm NAA (B3N1) merupakan komposisi optimal untuk
meningkatkan jumlah tunas dengan jumlah rata-rata 4,6 tunas. Komposisi ZPT 6
ppm BAP merupakan komposisi terbaik untuk mempercepat munculnya tunas.
Tunas muncul rata-rata 36,6 hari jika diinisiasi dengan komposisi ZPT tersebut.

Kata kunci : Musa acuminata Colla., Zat Pengatur Tumbuh, Media MS modifikasi

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK