EVALUASI BIAYA OPERASIONAL ALAT MEKANIS PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT MIFA BERSAUDARA, ACEH BARAT | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

EVALUASI BIAYA OPERASIONAL ALAT MEKANIS PADA KEGIATAN PENGUPASAN OVERBURDEN DI PT MIFA BERSAUDARA, ACEH BARAT


Pengarang

Diah Zamalia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304108010027

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Pertambangan (S1) / PDDIKTI : 31201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

657.42

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Kegiatan pengupasan overburden mengeluarkan banyak biaya, diantaranya biaya operasional alat mekanis. Pengeluaran biaya operasional alat mekanis juga bergantung pada konsumsi bahan bakar, jam kerja, serta produktivitas alat mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi biaya operasional pengupasan overburden yang harus dibayar oleh PT Mifa Bersaudara pada bulan Juli 2017. PT Mifa Bersaudara menggunakan sistem contract mining dengan PT Cipta Kridatama dalam kegiatan penambangan, dimana pembayaran alat yang digunakan berdasarkan tiap bcm atau ton material yang dihasilkan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan biaya yang dikeluarkan alat mekanis terhadap jumlah overburden yang dikupas, lalu akan dibandingkan dengan biaya yang telah direncanakan. Target produksi overburden bulan Juli 2017 adalah 786.391 bcm. Namun, produksi aktualnya hanya 689.082,94 bcm. Total biaya operasional untuk pengupasan overburden bulan Juli 2017 adalah US$ 1,453,121.12 atau US$ 2.11/bcm, jumlah ini lebih rendah dari perencanaannya yang mencapai US$ 1,851,500.70 atau US$ 2.35/bcm. Ketika dilakukan peninjauan biaya per bcm pada tiap unit alat mekanis, hampir keseluruhan unit mengeluarkan biaya per bcm yang lebih rendah dari perencanaan. Akan tetapi, masih didapati beberapa unit dengan biaya operasional lebih tinggi dari yang direncanakan, yaitu excavator dengan nomor CE200, dump truck 775F, dozzer D6R, dan dozzer D7G. Dari hasil evaluasi diketahui bahwa yang menjadi penyebab biaya operasional per bcm lebih tinggi adalah alokasi unit yang tidak sesuai perencanaan, masih ada unit dengan produksi per jam yang rendah, serta jumlah unit dan jam kerja yang melebihi perencanaan.
Kata kunci : biaya operasional, overburden, alat mekanis.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK