<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="35887">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENYEBARAN MASJID DI KOTA BANDA ACEH BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sophi Widia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Visi Kota Banda Aceh yaitu Kota Banda Aceh Model Kota Madani. Visi ini berpengaruh pada ketersediaan fasilitas masjid yang mencukupi untuk seluruh Kota Banda Aceh. Berdasarkan Data Lokasi Tempat Ibadah Kota Banda Aceh terdapat 96 masjid di Kota Banda Aceh. Salah satu cara untuk mengetahui apakah masjid mencukupi untuk seluruh Kota Banda Aceh adalah dengan memperhitungkan cakupan masjid terhadap jumlah penduduk yang termasuk dalam cakupan tersebut. Sistem Informasi Geografis dapat membantu perhitungan cakupan masjid yaitu dengan metode Buffering dan Service Area. Dalam penelitian ini, jarak cakupan masjid yang digunakan adalah berdasarkan jarak ideal jangkauan pejalan kaki pada SNI(Standar Nasional Indonesia) yaitu 400 meter. Kemudian dilakukan survei terhadap daya tampung jamaah tiap masjid untuk menghitung nilai persentase rasio daya tampung terhadap jumlah penduduk yang tercakup. Berdasarkan hasil survei daya tampung jama’ah masjid, masjid dengan daya tampung terbesar adalah Masjid Agung Al-Makmur. Dilakukan analisis dengan menggunakan metode Service Area maupun Buffering pada tiap masjid di Kota Banda Aceh, dan dihitung jumlah penduduk dalam area cakupan masing-masing metode. Hasil dari analisa didapatkan bahwa masjid tersebar secara merata di setiap mukim tetapi kebanyakan masjid tidak mencukupi penduduk yang berada dalam cakupannya. Metode  Service Area lebih efektif dalam penentuan cakupan masjid terhadap pemukiman penduduk dikarenakan Service Area mencakup semua jalan-jalan diakses sedangkan Buffering tidak.&#13;
Kata kunci : Masjid, Pemukiman, Daya Tampung, Service Area, dan Buffering&#13;
</note>
 <classification>005.102 85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>35887</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-11-15 15:10:38</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-19 11:20:35</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>