Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS DISKRIMINAN DALAM MENENTUKAN FUNGSI PENGELOMPOKAN KABUPATEN/KOTA DI INDONESIA BERDASARKAN INDIKATOR INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA
Pengarang
LYRA ORNILA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1308108010028
Fakultas & Prodi
Fakultas MIPA / Statistika (S1) / PDDIKTI : 49201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
1
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan salah satu ukuran yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan manusia di suatu daerah. Permasalahan yang sering timbul dalam proses pembangunan adalah tidak meratanya pembangunan di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai IPM yang masih beragam di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelompokan kabupaten/kota di Indonesia berdasarkan indikator-indikator IPM dengan menggunakan analisis K-means cluster serta menentukan fungsi pengelompokan kabupaten/kota berdasarkan indikator-indikator IPM dengan menggunakan analisis diskriminan Fisher. Data yang digunakan adalah data indikator IPM tahun 2015 yang diperoleh dari website BPS setiap provinsi. Kabupaten/kota di Indonesia dikelompokan menjadi 4 kelompok dengan kategori nilai indikator IPM rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Penentuan kategori untuk masing-masing kelompok dilakukan dengan membandingkan nilai rata-rata indikator IPM setiap kelompok dengan kelompok lainnya. Hasil pengelompokan kabupaten/kota dengan analisis K-means cluster diperoleh kelompok pertama terdiri dari 20 kabupaten yang merupakan kabupaten dengan nilai indikator IPM rendah, kelompok kedua terdiri dari 148 kabupaten/kota yang memiliki nilai indikator IPM sedang, kelompok ketiga terdiri dari 88 kabupaten/kota yang memiliki nilai indikator IPM sangat tinggi, dan kelompok keempat terdiri dari 258 kabupaten/kota yang memiliki nilai indikator IPM tinggi. Setelah dilakukan pengelompokan kabupaten/kota di Indonesia, selanjutnya dilakukan pembentukan fungsi pengelompokan tersebut dengan menggunakan analisis diskriminan Fisher. Untuk menentukan fungsi pengelompokan digunakan 80% data (411 kabupaten/kota) dan data sisanya digunakan untuk validasi fungsi diskriminan. Terdapat 4 fungsi pengelompokan yang terbentuk dengan tingkat ketepatan klasifikasi sebesar 93,20%.
Kata kunci: Indeks Pembangunan Manusia, analisis diskriminan Fisher, analisis cluster K-means
Tidak Tersedia Deskripsi
IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI INDEKS KEBAHAGIAAN INDONESIA MENGGUNAKAN METODE ANALISIS DISKRIMINAN (Siti Rahima, 2023)
PENGKLASIFIKASIAN INDEKS DEMOKRASI INDONESIA MENGGUNAKAN ANALISIS DISKRIMINAN LINIER KLASIK DAN ANALISIS DISKRIMINAN LINIER ROBUST (HUSWATUL FITRI, 2018)
ANALISIS FUZZY GEOGRAPHICALLY WEIGHTED CLUSTERING PADA INDIKATOR INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI SUMATERA UTARA (Nurul Fadhilah Hayyana Aritonang, 2022)
PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH DAN PDRB PER KAPITA TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA PROVINSI ACEH (Uchti Aprilina, 2014)
FUNGSI DISKRIMINAN UNTUK MENELAAH KELAS EKONOMI RUMAH TANGGA PEDESAAN RNDAN PERKOTAAN DI PROVINSI ACEH (Rianti Rahmalia, 2022)