KADAR TESTOSTERON SERUM DAN HUBUNGANNYA DENGAN UMUR DAN LINGKAR SKROTUM KERBAU SIMEULUE. | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

KADAR TESTOSTERON SERUM DAN HUBUNGANNYA DENGAN UMUR DAN LINGKAR SKROTUM KERBAU SIMEULUE.


Pengarang

Qadarsina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200120010

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Veteriner Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

636.293

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

QADARSINA. Kadar Testosteron Serum dan Hubungannya Dengan Umur dan Lingkar Skrotum Kerbau Simeulue. DASRUL dan SRI WAHYUNI.

Kerbau simeulue merupakan salah satu kerbau lokal yang telah lama dikembangbiakkan para peternak di Pulau Simeulue Kabupaten Simeulue Provinsi Aceh sebagai ternak kerja dan sumber protein hewani. Selain kerbau simeulue berperan penting dalam peningkatan ekonomi dan status sosial masyarakat petani. Untuk meningkatkan populasi dan produktivitas kerbau simeulue, diperlukan induk dan pejantan yang mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. Selama ini, pengembangbiakan kerbau simeulue masih mengandalkan perkawinan secara alami dengan tingkat keberhasilan yang rendah, sehingga peningkatan populasi dan produktivitasnya berlangsung sangat lambat. Salah satu cara untuk menentukan tingkat kesuburan seekor pejantan adalah dengan mengetahui besarnya kapasitas produksi spermatozoa yang secara tidak langsung dapat diduga dengan melakukan pengukuran terhadap lingkar skrotum dan kadar testosteron dalam serum.
Penelitian ini bertujuan mengetahui kadar testosteron serum dan hubungannya dengan umur dan lingkar skrotum kerbau simeulue pada berbagai tingkatan umur, sebanyak 15 sampel kerbau simeulue jantan yang dibagi dalam tiga kelompok yaitu umur 2,1 – 3,0 tahun; 3,1-4,0 dan 4,1-5,0 tahun, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Parameter yang diamati terdiri dari umur, lingkar skrotum dan kadar testosteron serum. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis varian satu arah dan selanjutnya diuji dengan uji berganda Duncan. Sedangkan untuk mengetahui hubungan antara umu, lingkar skrotum dengan kadar testosteron serum digunakan analisis regresi sederhana.
Hasil analisis of variance (ANOVA) satu arah terhadap lingkar skrotum dan kadar testosteron serum memperlihatkan perbedaan yang nyata (P

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK