<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="35703">
 <titleInfo>
  <title>PERANCANGAN MUSEUM ACEH DI BANDA ACEH (TEMA :</title>
  <subTitle>MOVEMENT IN HISTORY)</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Mustanirah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
PERANCANGAN MUSEUM ACEH&#13;
DI BANDA ACEH &#13;
Oleh&#13;
MUSTANIRAH &#13;
NIM : 1304104010025&#13;
Museum Aceh merupakan tempat menyimpan dan memajang benda warisan budaya &#13;
(cultural heritage) Aceh. Museum-museum baik di Indonesia maupun di dunia telah&#13;
mengalami suatu perkembangan. Museum tidak lagi ingin disebut sebagai gudang tempat &#13;
menyimpan barang-barang antik seperti anggapan masyarakat pada umumnya, tetapi peran&#13;
museum berkembang menjadi tempat preservasi, penelitian dan komunikasi, yang tujuannya &#13;
untuk menyampaikan misi edukasi sekaligus rekreasi kepada pengunjung sehingga&#13;
diharapkan  dapat meningkatkan minat pengunjung terutama pelajar dan generasi muda&#13;
untuk menjadikan museum sebagai sumber belajar untuk mengetahui dan mengenal &#13;
perjalanan sejarah dan kebudayaan Aceh.  Proses perencanaan dan perancangan&#13;
menggunakan studi literatur, survey, dan wawancara untuk memperoleh informasi yang &#13;
tepat mengenai syarat dalam merancang sebuah museum, kondisi tapak, serta hal-hal yang&#13;
dianggap penting dan berkaitan dengan proses tersebut. Tema yang diterapkan dalam desain&#13;
adalah Movement in History dengan pendekatan Arsitektur Metafora. Penerapan movement &#13;
in history pada Perancangan Museum Aceh adalah mengklasifikasikan makna dari&#13;
movement in history ke dalam pembagian masa sejarah yaitu menjadi 3 bagian, yaitu masa &#13;
lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Dengan Demikian diharapkan Museum Aceh&#13;
dapat sebagai menjadi sumber belajar untuk mengetahui dan mengenal perjalanan sejarah&#13;
dan kebudayaan Aceh. &#13;
 &#13;
Kata kunci : Museum, Budaya Aceh, Sejarah Aceh</note>
 <subject authority="">
  <topic>INDONESIA-HISTORY</topic>
 </subject>
 <classification>959.8</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>35703</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-30 20:22:11</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2019-11-26 08:45:10</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>