ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL PULANG KARYA TERE LIYE


Pengarang

Anna Nur Fitri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1206102010080

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (S1) / PDDIKTI : 88201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

808.83

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

iii
ABSTRAK
Fitri, Anna Nur. Analisis Konflik sosial dalam Novel Pulang Karya Tere Liye.
Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala, Pembimbing:
(1) Dr. Wildan, M.Pd. (2) Dra. Sa’adiah, M.Pd.
Kata kunci: konflik sosial, bentuk konflik sosial,
Penelitian ini berjudul “Konflik Sosial dalam Novel Pulang Karya Tere
Liye”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah gambaran bentuk
konflik sosial dalam novel Pulang karya Tere Liye meliputi konflik gender, konflik
rasial, dan antarsuku, konflik antarumat beragama, konflik antargolongan, konflik
kepentingan, konflik antarpribadi, konflik antarkelas sosial, dan konflik antarnegara
dan antarbangsa? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk konflik
sosial dalam novel Pulang karya Tere Liye meliputi konflik gender, konflik rasial,
dan antarsuku, konflik antarumat beragama, konflik antargolongan, konflik
kepentingan, konflik antarpribadi, konflik antarkelas sosial, dan konflik antarnegara
dan antarbangsa. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi. Teknik pengumpulan
data menggunakan teknik kajian pustaka. Sumber data penelitian ini adalah teks
novel Pulang karya Tere Liye. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan
metode deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat lima bentuk konflik sosial
dari delapan bentuk konflik sosial, yaitu a) konflik gender, salah bentuk dari konflik
gender adalah pelabelan negatif. Pelabelan negatif berasal dari persepsi atau
anggapan yang salah dari satu individu mengenai individu yang lain. b) konflik
golongan terjadi karena streotype, prasangka, sumber daya, indentitas sosial, dan
perilaku agresif. streotype dan prasangka yang buruk mengenai suatu kelompok yang
belum diketahui kebenarannya, sumber daya menjadi pemicu antarkelompok untuk
meraih keuntungan dengan saling menjatuhkan lawan, indentitas sosial bagi suatu
kelompok diperlukan agar tidak terjadi pengkhianatan dalam kelompok, perilaku
agresif suatu kelompok dipicu oleh kelompok lain yang menyerang terlebih dahulu
sehingga kelompok yang diserang membalas serangan tersebut. c) konflik
kepentingan dipicu oleh kekuasaan dan kekayaan, antarkelompok berebut untuk
memenuhi kepentingan masing-masing dengan cara apapun. d) konflik antarpribadi
terjadi karena perasaan suka/tidak suka, ketidaksesuaian peran, tekanan lingkungan,
dan perbedaan personal e) konflik antarkelas sosial disebabkan oleh perbedaan
kedudukan antara suatu kelas yang merasa lebih tinggi dari kelas lainnya, dan
keturunan seseorang yang lebih baik (keturunan alim) dengan keturunan seorang
perewa (tukang jagal) yang tidak ingin disamakan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK