<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="35241">
 <titleInfo>
  <title>AKTIVITAS BIOHERBISIDA EKSTRAK BABADOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DENGAN PELARUT ETIL ASETAT TERHADAP GULMA BAYAM DURI (AMARANTHUS SPINOSUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Taufik Hidayat</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
Gulma adalah tumbuhan yang menimbulkan kerugian dan keberadaannya tidak dikehendaki sehingga perlu dikendalikan. Sebagian ahli mendefinisikan gulma sebagai tumbuhan yang peranan, potensi dan hak kehadirannya belum sepenuhnya diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas bioherbisida ekstrak babadotan dengan pelarut etil asetat terhadap pertumbuhan gulma bayam duri. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial  dengan 5 perlakuan: K0  = kontrol; K1 = 5%; K2 = 10%; K3 = 15%; dan K4 = 20% ekstrak babadotan yang diulang sebanyak tiga kali, sehingga terdapat 15 satuan percobaan. Setiap ulangan terdiri dari 4 pot dikarenakan sifatnya destruktif. Terdapat kontrol positif menggunakan herbisida sintetik 2,4-D sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsetrasi ekstrak babadotan berpengaruh terhadap tinggi gulma bayam duri, diameter batang, jumlah daun, presentase pengendalian gulma, namun tidak berpengaruh terhadap panjang akar gulma bayam duri. Konsentrasi ekstrak babadotan sebanyak  20% dapat menurunkan tinggi gulma bayam duri, diameter batang, jumlah daun, gulma bayam dan meningkatkan presentase pengendalian gulma.&#13;
Kata Kunci: Gulma, bioherbisida, pelarut etil asetat, bayam duri&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>WEEDS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>35241</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-11 09:00:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-11 09:42:39</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>