<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="35138">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH FESES SAPI DAN PROBIOTIK SEBAGAI BAHAN PAKAN PELET TERHADAP KEUNTUNGAN USAHA PEMELIHARAAN IKAN LELE DUMBO</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Fahrina</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Limbah ternak merupakan hasil sisa buangan dari suatu kegiatan usaha peternakan seperti usaha pemeliharaan ternak, rumah potong hewan, dan sebagainya. Semakin berkembangnya usaha peternakan, limbah yang dihasilkan semakin meningkat.Limbah ternak berpotensi sebagai bahan makanan ternak, pupuk organik, energi dan media tumbuh. Terkait dengan itu, saat ini limbah ternak juga dapat dijadikan alternatif bahan penyusun pakan ikan. Dalam penelitian ini akan dianalisa pengaruh penggunaan limbah feses sapi dan probiotik sebagai bahan pelet organik terhadap keuntungan usaha pemeliharaan ikan lele dumbo. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keuntungan usaha pemeliharaan ikan lele dumbo dengan menggunakan limbah feses sapi dan probiotik  sebagai bahan pakan pelet organik.&#13;
&#13;
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah penggunaan pakan pelet organik (PPO) dengan level yang berbeda yaitu P0=0%, P1=10%, P2=20%, P3=30% kedalam ransum komersil. Parameter yang diamati meliputi aspek produksi (berat badan akhir dan total konsumsi ransum) dan aspek ekonomis (penerimaan, biaya tetap, biaya variabel, Income over Feed Cost, dan total income).Data parameter produksi yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA), jika didapatkan perbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1993). Data  parameter ekonomis dianalisis dengan B/C dan R/C ratio (Sjahrial, 2008).&#13;
&#13;
	Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan ransum komersil dengan pakan pelet organik pada level yang berbeda selama pemeliharan berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>FEEDS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.085 5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>35138</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-10 10:42:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-04-28 11:48:38</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>