MOBILISASI SUMBER-SUMBER ADMINISTRASI OLEH CALON PETAHANA PADA PEMILUKADA SUBULUSSALAM TAHUN 2013 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MOBILISASI SUMBER-SUMBER ADMINISTRASI OLEH CALON PETAHANA PADA PEMILUKADA SUBULUSSALAM TAHUN 2013


Pengarang

Riki Rustandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210103010023

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Politik (S1) / PDDIKTI : 67201

Subject
Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

320

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Riki Rustandi 2017 Mobilitas Sumber-sumber Administrasi
xv

oleh Calon Petahana pada Pemilukada
Subulussalam tahun 2013
Fakultas Ilmu Sosila Ilmu dan Ilmu Politik
Universitas Syiah Kuala
(Prof. Dr. Adwani, SH.,M.Hum)
(x, 70), pp.,tabl.,app

Pelaksanaan pilkada Kota Subulussalam terindikasi kasus pelanggaran
netralitas oleh birokrasi. Birokrasi sebagai Abdi Negara seharusnya berfokus pada
publik service yang tidak terikat oleh kepentingan politik maupun elit politik
sebagaimana diatur dalam undang-undang nomor 5 tahun 2014 hukum tersebut
terlanggar dengan realita ada kecendrungan birokrasi Subulussalam terlibat
politisasi seperti : terlibat kampanye politik, mobilisasi aparatur sipil negara untuk
mendukung salah satu pasangan calon Kepala Daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor keterlibatan dan
penyebab aparatur sipil negara terlibat dalam politik praktis.
Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif. metode
pengumpulan data penelitian dengan sistem wawancara, studi dokumentasi, bukubuku,

jurnal, skripsi dan karya ilmiah. Wawancara langsung telah dilakukan
terhadap beberapa informan teridiri dari Badan kepegawaian daerah, Komisi
Independen Pemilihan, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan, Camat
Sultan Daulat, Ketua PGRI, Ketua Kopri, Kepala Desa, TNI/Polri serta Aparatur
Sipil Negara Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh aparatur sipil negara ini bisa
mendongkrak suara calon Walikota dan Wakil Walikota, dengan mengabaikan
netralitas ASN dan kemudian penyebab aparatur sipil negara terlibat dalam politik
praktis di motivasi untuk meraih jabatan, hubungan kekerabatan, politisasi elit
politik.
Berdasarkan hal tersebut, dapat dipahami bahwa untuk menjaga netralitas
aparatur sipil negara dibutuhkannya pemisahan antara jabatan politik dan jabatan
pemerintahan. Kepala daerah seharusnya tidak menjadi pembina kepegawaian
tingkat daerah untuk menghindari politisasi terhadap pegawai daerah, kepada
ASN yang terlibat politik praktis diberikan sanksi administrasi negara dan calon
petahana yang terbukti memobilisasi ASN diberikan sanksi gagal mencalonkan
dan diberikan sanksi administrasi negara.

Kata kunci: Politik Praktis, ASN, Pemilukada.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK