<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="35095">
 <titleInfo>
  <title>MODIFIKASI MATA PISAU TIPE REEL SILINDER PADA MESIN PENCACAH PELEPAH SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MIFTAH CHAIRI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
 Banyaknya perkebunan kelapa sawit di Indonesia menimbulkan banyaknya limbah – limbah kelapa sawit yang terkadang dibiarkan begitu saja seperti pelepah sawit. Limbah pelepah sawit memiliki banyak fungsi seperti dapat digunakan sebagai pakan ternak, bahan baku briket dan juga pupuk kompos. Salah satu cara untuk dapat memperkecil ukuran pelepah adalah dengan menggunakan mesin pencacah, namun mesin pencacah membutuhkan daya yang cukup besar untuk memperhalus hasil cacahan. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi bentuk mata pisau silinder menjadi pisau rata, bercoak dan berbergerigi. Penelitian ini menggunakan mesin pencacah pelepah sawit tipe silinder dengan daya sebesar 6,5 hp dan bahan berupa besi pegas (spring steel) untuk mata pisau dan pelepah sawit berumur dibawah 10 tahun sebagai bahan sampel. Penelitian ini dilakukan dengan melalukan pengujian tipe pisau yang dimodifikasi terhadap kapasitas kerja mesin, hasil cacahan, kehilangan hasil dan keseragaman hasil cacahan pelepah sawit. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas kerja mesin terbesar dihasilkan oleh mesin pencacah yang menggunakan tipe pisau bercoak yaitu sebesar 36,64 kg/jam. Persentase hasil cacahan yang keluar dan tertinggal pada mesin pencacah yang terbesar dihasilkan dari mesin pencacahan yang menggunakan pisau bercoak yaitu sebesar 47,14 % dan 37,65 % sedangkan untuk kehilangan hasil cacahan yang terkecil dihasilkan mesin pencacah dengan pisau bercoak yaitu sebesar 15,20 %. Berdasarkan hasil perhitungan keseragaman hasil didapat bahwa mesin pencacah dengan tipe bercoak, hasil cacahannya lebih sesuai jika digunakan untuk pakan ternak sedangkan untuk pisau rata dan bergerigi hasil cacahannya lebih sesuai jika dimanfaatkan sebagai pupuk kompos.&#13;
 Kata kunci : Pelepah Sawit, Pencacah, Mata Pisau&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MACHINE ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>35095</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-09 16:58:03</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-10-11 09:54:23</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>