Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
TARI PULO PINANG PADA UPACARA ADAT PERNIKAHAN DI PESISIR BARAT KECAMATAN SINGKIL KABUPATEN ACEH SINGKIL
Pengarang
Riska Safrida Nanda Sari - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1306102030020
Fakultas & Prodi
Fakultas KIP / Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (S1) / PDDIKTI : 88209
Subject
Penerbit
Banda Aceh : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
391
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Kata Kunci : Penyajian, Tari Pulo Pinang, Sanggar
Penelitian ini berjudul “Tari Pulo Pinang pada Upacara Adat Pernikahan di Pesisir Barat Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil”. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana bentuk penyajian tari Pulo Pinang pada upacara adat pernikahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian tari Pulo Pinang pada Upacara Adat Pernikahan di Pesisir Barat Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil melalui sanggar Melati Lae Geuntuyung yang terletak di kampung kilangan kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil yang dipimpin oleh bapak Anharuddin. Sumber data dalam penelitian ini adalah pimpinan sanggar Melati Lae Gentuyung, dan penari sanggar Melati Lae Gentuyung. Lokasi penelitian bertempat di kampung Kilangan Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dengan mereduksi data, display, serta verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Pulo Pinang merupakan tarian yang ada sejak zaman dahulu hingga saat ini, tari Pulo Pinang ditarikan oleh 2 orang penari perempuan dan laki-laki (mempelai pria) berpasangan. Penari dilengkapi dengan properti selendang dan juga payung digunakan saat menari, mulai dari awal menari sampai terakhir menari. Tarian ini memiliki 4 ragam gera, yaitu: gerakan Ya Maulai (langkah tigo), gerakan amboy sayang ee (baputa), gerakan melantik (menangkis lawan), dan gerakan langkah baling. Setiap gerak diiringi dengan syair yang dilantunkan oleh syeh nya. Tarian ini juga memiliki tempo yang sedang, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Tari Pulo Pinang ini sangat cocok untuk sarana pendidikan.
Tidak Tersedia Deskripsi
TARI PULO PINANG DALAM KONTEKS ADAT PERNIKAHAN DI DESA TELUK NIBUNG KECAMATAN PULAU BANYAK KABUPATEN ACEH SINGKIL (Safni, 2025)
TARI DAMPENG PADA UPACARA ADAT PERKAWINAN DI SINGKIL UTARA (Ana Yunita, 2024)
TARI ADOK DALAM KESENIAN DENDANG-DENDANG PADA ADAT PERNIKAHAN DI KABUPATEN ACEH SINGKIL (Nita Harfida, 2017)
STUDI ETNOBOTANI PADA UPACARA RITUAL PERNIKAHAN ADAT SUKU GAYO DI KECAMATAN PANTAN CUACA KABUPATEN GAYO LUES (Mahyudin, 2025)
ANALISIS UNSUR GERAK TARI DAMPENG DI ACEH SINGKIL (YOSY NELFARIANITA, 2020)