KOMUNIKASI INTRABUDAYA PADA MAKNA RANUB DALAM KEBUDAYAAN MASYARAKAT ACEH (STUDI PADA MASYARAKAT LUBUK KECAMATAN INGIN JAYA, ACEH BESAR) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KOMUNIKASI INTRABUDAYA PADA MAKNA RANUB DALAM KEBUDAYAAN MASYARAKAT ACEH (STUDI PADA MASYARAKAT LUBUK KECAMATAN INGIN JAYA, ACEH BESAR)


Pengarang

Latifah Dina Putri - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1210102010114

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Komunikasi(S1) / PDDIKTI : 70201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

306

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitian ini mengangkat tema komunikasi intrabudaya pada makna ranub
dalam kebudayaan masyarakat Aceh, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui
makna apa saja yang terkandung pada ranub dalam kebudayaan masyarakat Aceh di
Gampong Lubuk. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif yang menjelaskan fenomena yang sedalam-dalamnya. Jenis penelitian yang
digunakan yaitu jenis penelian deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi secara
sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta, populasi dan objek tertentu. Teori yang
digunakan yaitu teori interaksi simbolik. Subjek dalam penelitian ini adalah
masyarakat Gampong Lubuk, penelitian ini menggunakan teknik wawancara,
observasi, dan dokumentasi dalam teknik pengumpulan data, serta teknik penarikan
sampel yang digunakan adalah purposive yaitu dengan menentukan kriteria. Melalui
penelitian ini diperoleh hasil bahwa ranub memiliki banyak makna sesuai dengan
penggunaannya, seperti dalam acara meminang, acara pernikahan, acara perkawinan,
dan acara perdamaian. Ranub terdiri dari beberapa elemen seperti pinang, kapur,
gambir, dan tembakau yang memiliki makna berbeda-beda. Adapun budaya ranub
yang sudah ditinggalkan oleh mayarakat Gampong Lubuk seperti ranub sebagai
media undangan, ranub dalam adat bertamu, ranub dalam acara kelahiran anak, dan
ranub dalam acara pertama antar anak pergi mengaji. Komunikasi intrabudaya yang
terjalin antar masyarakat Lubuk melalui ranub berjalan baik, masyarakat Lubuk tetap
mempertahankan dan melestarikan ranub, karena ranub merupakan tradisi masyarakat
Lubuk.
Kata Kunci : Komunikasi Intrabudaya, Makna Ranub, Kebudayaan
Masyarakat Aceh.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK