Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
IMPLEMENTASI UNITED NATIONS CONVENTION ON BIOLOGICAL DIVERSITY SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
Pengarang
LIDYA AULIA A - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1303101010170
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
574.526 4
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Lidya Aulia A
(2017)
IMPLEMENTASI UNITED NATIONS CONVENTION ON
BIOLOGICAL DIVERSITY SEBAGAI UPAYA
PELESTARIAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(vi, 72) pp, bibl, app.
Dr. Muazzin, S.H., M.H.
Indonesia meratifikasi United Nations Convention on Biological Diversity
(UN-CBD) melalui Undang-undang Nomor 5 Tahun 1994 tentang Pengesahan
Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Keanekaragaman Hayati (UNCBD).
Indonesia berkewajiban untuk mengimplementasikan ketentuan UN-CBD
kedalam peraturan nasional dalam upaya pelestarian kawasan Taman Nasional
Gunung Leuser (TNGL). Dalam praktiknya pelestarian kawasan TNGL belum
berjalan dengan baik karena TNGL termasuk list of World Heritage in Danger
UNESCO tahun 2017.
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Indonesia
sebagai negara peserta UN-CBD mengimplementasikan ketentuan UN-CBD
dalam upaya pelestarian TNGL serta hambatan dalam upaya pelestarian kawasan
TNGL.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif. Data
primer, terdiri dari bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Penelitian ini juga
menggunakan data sekunder yang diperoleh dengan melakukan penelitian
lapangan melalui wawancara.
Implementasi UN-CBD dalam pelestarian TNGL melalui pembentukan
Perundang-undangan nasional tentang kehutanan, penataan ruang dan dukungan
undang-undang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya serta meratifikasi
Cartagena Protocol dan Nagoya Protocol untuk membantu mencapai tujuan UNCBD,
namun tujuan tersebut belum didapat dengan maksimal karena Indonesia
belum menjalankan ketentuan yang diatur untuk pembentukan Balai Kliring dan
lemahnya pengawasan atas pemanfaatan sumber daya genetik. Hambatan yang
dihadapi pemerintah dalam pelestarian TNGL dikarenakan adanya kebijakan
pemerintah yang masih menghambat pelestarian TNGL, lemahnya pengawasan
di kawasan TNGL, dan kurangnya partisipasi masyarakat.
Pemerintah Indonesia diharapkan dapat membentuk Balai Kliring,
meningkatkan pengawasan hasil penelitian dan pengembangan sumber daya
genetik. Diharapkan bagi pengembangan Balai Besar Taman Nasional Gunung
Leuser (BBTNGL) diharapkan mengoptimalkan kerjasama dengan penegak hukum,
membangun dan memperkuat kerjasama dengan masyarakat dan lembaga swadaya
masyarakat.
Tidak Tersedia Deskripsi
KEWENANGAN PEMERINTAH ACEH DALAM PENGELOLAAN TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH (Hanif Firjatullah, 2022)
PERANCANGAN MUSEUM GUNUNG LEUSER (T.M. INAYATUL ULWAN, 2025)
ETNOBOTANI JENIS TUMBUHAN BERACUN PADA MASYARAKAT DI SEKITAR TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) KECAMATAN KETAMBE KABUPATEN ACEH TENGGARA (Widiya Putri, 2025)
PEMBUATAN VIDEO ANIMASI 3D KERAGAMAN HAYATI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (TNGL) (Bayu Mushaffan, 2023)
SERANGGA PENGUNJUNG PADA TUMBUHAN SALAK (SALACCA SPP.) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG LEUSER (FERDIANSYAH, 2021)