KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS PENGIKAT (AC-BC) MENGGUNAKAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT HALUS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

KINERJA CAMPURAN LASTON LAPIS PENGIKAT (AC-BC) MENGGUNAKAN PASIR LAUT SEBAGAI AGREGAT HALUS


Pengarang

Teuku Erdiwansyah - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1004101010123

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Teknik., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

620.191

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kualitas agregat halus yang digunakan sebagai komponen campuran beton aspal memegang peranan penting dalam menentukan kualitas beton aspal yang dihasilkan, karena agregat halus mengisi sebagian besar volume beton aspal. Pasir laut sebagai salah satu sumber material agregat halus memiliki ketersediaan dalam kuantitas yang besar dan berpotensi untuk dapat digunakan sebagai komponen dari campuran beton aspal, namun secara kualitas masih perlu diteliti lebih lanjut terhadap campuran beton aspal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari variasi persentase pasir laut sebagai agregat halus dalam campuran laston lapis pengikat (AC-BC) dan dilakukan pengujian terhadap parameter Marshall dan durabilitas menggunakan aspal Retona Blend 55 sebagai bahan pengikat. Gradasi yang digunakan berupa gradasi menerus dengan jumlah fraksi agregat halus sebanyak 22,8% dan akan dibuat benda uji dengan tiga variasi persentase pasir laut sebesar 0%; 10% dan 15%. Prosedur pengujian dimulai dengan pemeriksaan sifat-sifat fisis bahan, kemudian perencanaan campuran benda uji, pembuatan benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum (KAO) dengan variasi kadar aspal 4,0%; 4,5%; 5,0%; 5,5%; dan 6,0%; perhitungan dan pengujian Marshall, evaluasi parameter Marshall, pengujian Marshall rendaman 24 jam, dan terakhir perhitungan parameter Marshall. Setiap variasi kadar aspal masing-masing dibuat 3 buah benda uji untuk mendapatkan kadar aspal optimum untuk masing-masing variasi persentase pasir. Nilai KAO yang didapat meningkat dengan semakin banyaknya persentase pasir yang ditambahkan dalam campuran yaitu sebesar 5,04% pada persentase pasir 0%; 5,21% pada persentase pasir 10% dan 5,5% pada persentase pasir 15%. Pada evaluasi parameter Marshal, hasil yang diperoleh dari ketiga variasi persentase pasir laut masih memenuhi semua spesifikasi yang disyaratkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi persentase pasir laut 10% dan 15% tidak dapat digunakan karena nilai durabilitasnya sebesar 84,71% dan 82,52%, hasil tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah disyaratkan dimana syarat yang ditentukan dalam spesifikasi adalah minimum 90%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK