PERAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PENYELESAIAN KASUS PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II BANDA ACEH) | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

PERAN BALAI PEMASYARAKATAN DALAM PENYELESAIAN KASUS PENCURIAN YANG DILAKUKAN OLEH ANAK (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM BALAI PEMASYARAKATAN KELAS II BANDA ACEH)


Pengarang

Agustia Pratiwi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1303101010062

Fakultas & Prodi

Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Hukum., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

345.026 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK

Agustia Pratiwi, PERAN BALAI PEMASYARAKATAN
2017 DALAM PENYELESAIAN KASUS
PENCURIAN YANG DILAKUKAN
OLEH ANAK
(Suatu Penelitian di Wilayah Hukum Balai
Pemasyarakatan Kelas II Banda Aceh)
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(v, 66). pp., tabl., bibl, app
Tarmizi, SH., M.Hum
Pasal 1 Angka 24 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak disebutkan bahwa Balai Pemasyarakatan yang selanjutnya disebut dengan BAPAS adalah unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang melaksanakan tugas dan fungsi penelitian pemasyarakatan, pembimbingan, pengawasan dan pendampingan. Namun kenyataannya masih terdapat peran BAPAS dalam penyelesaianan kasus pencurian yang dilakukan oleh Anak proses pelaksanaannya masih belum berjalan dengan baik.
Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan peran Balai Pemasyarakatan dalam penyelesaian kasus pencurian yang dilakukan oleh Anak dan untuk menjelaskan hambatan yang dihadapi Balai Pemasyarakatan dalam penyelesaian kasus pencurian yang dilakukan oleh Anak.
Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian kepustakaan (Library Reseacrch) dan penelitian lapangan (Field Research). Penelitian kepustakaan dilakukan untuk memperoleh data sekunder dengan cara membaca dan menalaah buku-buku, sedangkan penelitian lapangan dilakukan guna memperoleh data primer melalui wawancara dengan responden dan informan serta pengambilan data di Balai Pemasyarakatan Kelas II Banda Aceh.
Hasil penelitian menjelaskan bahwa peran Balai pemasyarakatan sangat penting dalam penyelesaian perkara pidana yang dilakukan oleh Anak. Balai Pemasyarakatan berperan cukup baik dalam penyelesaian kasus pencurian yang dilakukan oleh Anak terbukti dari 74 (tujuh puluh empat) kasus yang didaftarkan telah ditangani 42 kasus diselesaiakn secara diversi. Kendala yang ditemui oleh Balai Pemasyarakatan dalam penyelesaian kasus pencurian yang dilakukan oleh Anak bersumber dari Pihak BAPAS yaitu jumlah pegawai khususnya Pembimbing Kemasyarakatan dan anggaran yang diperulukan untuk melaksanakan belum memadai.
Disarankan kepada pihak Balai Pemasyarakatan untuk bisa lebih meningkatkan kinerja dalam menjalankan penyelesaian kasus Pencurian yang dilakukan oleh Anak dan membuka pos-pos BAPAS disetiap Kabupaten/Kota yang ada di Aceh karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui peran maupun fungsi dari Balai Pemasyarakatan seingga diperlukan adanya sosialisasi atau keterbukaan informasi kinerja Balai Pemasyarakatan untuk masyarakat luas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK