<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34864">
 <titleInfo>
  <title>ANALISA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL (STUDI KASUS JALAN TEUKU ISKANDAR,TENGKU HASAN DIBAKOI, DAN TGK. CHIK BA KURMA, KABUPATEN ACEH BESAR)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Putra Maulana Rizki</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Aceh Besar merupakan pusat pendidikan, ekonomi, politik serta budaya. Seiring berjalannya waktu, populasi manusia di Aceh Besar semakin meningkat. Oleh sebab itu pergerakan manusia semakin ramai dan padat sehingga membuat ruang gerak semakin sempit, terutama dipersimpangan tak bersinyal. Salah satunya simpang empat Jl. Teuku Iskandar, Jl. Tengku Hasan Dibakoi, dan Jl.Tgk. Chik Ba Kurma yang pada jam-jam puncak banyak arus kendaraan yang melewati simpang tersebut, baik kendaraan roda dua maupun roda empat Survey lalu-lintas dilakukan pada hari senin 24 April 2017, hari rabu 26 April 2017, dan minggu 30 April 2017. Pelaksanaan survey dilakukan pada jam puncak pagi pukul 07.00-09.00 WIB, siang pukul 12.00-14.00 WIB dan sore pukul 17.00-19.00 WIB. Adapun derajat kejunuhan yang didapat dari persimpangan ini yaitu pada hari senin 24 April 2017 jam puncak pagi pukul 07.00-08.00 WIB. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja simpang tak bersinyal yang ditunjukkan dengan nilai dari kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, kondisi eksisting (Do-Nothing) diperoleh volume puncak sebesar 1882 smp/jam, dengan kapasitas (C) 2572 smp/jam, tundaan (D) 11,22 det/smp, peluang antrian rata-rata (QP) 21,75% - 43,79%, dan derajat kejenuhan (DS) 0,731 memenuhi syarat (DS &lt; 0,85 Permen No.19/PRT/M/2011). Penelitian tentang analisa simpang tak bersinyal diharapkan dilanjutkan oleh peneliti lain untuk menyempurnakan hasil penelitian ini. Acuan yang dipakai dapat menggunakan metode HCM (Highway Capacity Manual).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kata Kunci: Simpang tak bersinyal, MKJI 1997.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>ROADS - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERSECTIONS ( ROADS ) - ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.7</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34864</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 15:24:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-05 14:17:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>