<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34845">
 <titleInfo>
  <title>STUDI TRANSFORMASI PSEUDOGRAVITASI DATA ANOMALI MEDAN MAGNETIK TOTAL PADA KAWASAN BUR NI GEUREUDONG, BENER MERIAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>FHELISIA YOLANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Teknik</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Transformasi pseudogravati terhadap data anomali medan magnetik total telah dilakukan pada kawasan Bur Ni Geureudong. Bur Ni Geureudong secara administrasi berada di kecamatan Timang Gajah, Bener Meriah, Aceh. Penerapan transformasi pseudogravitasi bertujuan untuk melihat anomali benda bawah permukaan. Area penelitian mencakup panjang lintasan sepanjang 31 km dan titik pengukuran sebanyak 28 stasiun dengan jarak antar stasiun sepanjang 1 km. Pengolahan data dilakukan dengan koreksi diurnal, koreksi IGRF, dan melakukan teknik transformasi pseudogravitasi. Dimana transformasi pseudogravitasi dilakukan untuk mentransformasikan data anomali magnetik menjadi data anomali gravitasi semu, yang pada dasarnya merujuk pada relasi Poisson. Transformasi pseudogravitasi memiliki parameter dalam proses perhitungannya yaitu; sudut inklinasi dan sudut deklinasi kawasan penelitian, dan nilai kesebandingan dari densitas kontras dan magnetisasi. Nilai densitas kontras yang digunakan adalah 0.1 gr/cm3 per 1 A/m, dimana 1 A/m adalah 0.001 Gauss magnetisasi. Berdasarkan hasil interpretasi kualitiatif didapat, pada lintasan tengah penelitian terdapat pola anomali pseudogravitasi tinggi-rendah yang melintasi Pante Raya (Lampahan) hingga kaki Bur Ni Geureudong, yang menandakan adanya kenampakan benda anomali di bawah permukaan. Nilai anomali pseudogravitasi rendah berkisar 2.25 mGal hingga 4.20 mGal diperkirakan bahwa daerah tersebut memiliki batuan dengan nilai densitas yang rendah pada formasi Silih Nara (Qvns) dan pada formasi Enang-enang (Qvee). Anomali pseudogravitasi yang melewati kawasan Wih Pesam menunjukkan adanya patahan dengan kontras anomali yang besar (2.970 pseudo-mGal), dan pada kawasan Kompleks Bur Ni Geureudong teridentifikasi adanya patahan dengan densitas semu yang besar pula (10.598 pseudo-mGal). Patahan tersebut merupakan patahan normal (turun), yang merupakan jalur mengalirnya fluida keluar kepermukaan. &#13;
&#13;
Kata Kunci: Bur Ni Geureudong, anomali medan magnet total, relasi Poisson, transformasi pseudogravitasi&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>MAGNETIC</topic>
 </subject>
 <classification>538</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34845</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 14:16:13</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-13 12:33:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>