<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34844">
 <titleInfo>
  <title>VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM  RUMAH TANGGA (SUATU PENELITIAN PADA RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>T. HABIBI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
         T. Habibi, &#13;
2017&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
  &#13;
 &#13;
VISUM ET REPERTUM SEBAGAI ALAT BUKTI&#13;
DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN&#13;
DALAM RUMAH TANGGA (Suatu Penelitian&#13;
Pada Rumah Sakit Bhayangkara Banda Aceh)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv,65), pp., bibl., tabl.&#13;
 &#13;
Mukhlis, S.H., M.Hum.&#13;
Pasal 184 ayat (1) huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana &#13;
(KUHAP) menentukan bahwa surat sebagai salah satu alat bukti. Selanjutnya&#13;
Pasal 187 KUHAP mengatur bahwa salah satu jenis surat yaitu Visum et&#13;
Repertum yaitu surat keterangan dari seorang ahli yang memuat pendapat&#13;
berdasarkan keahliannya mengenai suatu hal atau suatu keadaan yang diminta&#13;
secara resmi dari padanya. Berdasarkan penelitian di Rumah Sakit Bhayangkara &#13;
Polda Aceh diketahui terdapat beberapa kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga &#13;
(KDRT) yang dilaksanakan Visum et Repertum dari tahun 2016-2017.&#13;
Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan hambatan-hambatan dalam &#13;
pelaksanaan Visum et Repertum di Rumah sakit Bhayangkara Polda Aceh dan&#13;
upaya yang telah ditempuh oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh untuk&#13;
mengatasi hambatan-hambatan dalam pelaksanaan Visum et Repertum. &#13;
Untuk memperoleh data dalam penulisan skripsi ini dilakukan dengan cara&#13;
menggunakan metode penelitiam hukum empiris atau metode penelitian&#13;
lapangan (field research) dengan mengumpulkan data primer yang diperoleh&#13;
dengan melakukan teknik pengumpulan data wawancara dengan responden dan&#13;
informan. Penelitian kepustakaan (library research) juga dilakukan untuk&#13;
memperoleh data sekunder dengan mempelajari buku-buku, peraturan&#13;
perundang-undangan, jurnal yang relevan dengan objek yang diteliti. &#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa  hambatan-hambatan dalam&#13;
pelaksanaan visum et repertum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh adalah&#13;
keterlambatan korban dalam melaporkan kasus KDRT kepada pihak kepolisian,&#13;
korban KDRT tidak membawa surat laporan polisi, rasa bimbang pada korban&#13;
KDRT untuk melakukan visum et repertum dikarenakan pelaku adalah keluarga korban&#13;
sendiri dan belum semua aparat mau dan mampu melayani pengaduan korban&#13;
KDRT. Upaya-upaya yang ditempuh oleh Rumah Sakit Bhayangkara Polda&#13;
Aceh untuk mengatasi hambatan hambatan pelaksanaan visum et repertum&#13;
adalah meyakinkan korban untuk memberikan keterangan agar KDRT yang&#13;
dialaminya tidak terulang lagi, membantu korban KDRT yang tidak membawa&#13;
surat laporan polisi untuk kepentingan pembuatan  visum et repertum dan&#13;
penerapan standar pelayanan terhadap korban KDRT &#13;
Disarankan korban KDRT harap segera melaporkan kekerasan yang&#13;
dialaminya, Rumah Sakit Bhayangkara Polda Aceh perlu menigkatkan&#13;
pelayanan dalam pembuatan visum et repertum, dan pihak kepolisian dapat &#13;
memberikan pemahaman kepada korban akan pentingnya keterangannya serta &#13;
tidak memandang kasus KDRT sebagai kasus yang tidak penting.</note>
 <subject authority="">
  <topic>0FFEUSES AGAINST PERSONS</topic>
 </subject>
 <classification>364.15</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34844</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-05 14:14:25</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-05 14:10:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>