<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34719">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Fauzan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>STUDI KASUS  TERHADAP  PUTUSAN  PENGADILAN NEGERI &#13;
BANDA ACEH NO. 34/PDT.G/2009/PN-BNA  TENTANG NON-&#13;
EXECUTABLE &#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv, 87)pp.,app.,bibl&#13;
yh&#13;
(vi, 57),pp.,bibl.&#13;
ABSTRAK&#13;
Muhammad Fauzan,&#13;
2017&#13;
Ilyas, S.H., M.Hum.&#13;
Menurut Pasal 1365 KUH Perdata  dirumuskan bahwa perbuatan melawan hukum &#13;
adalah tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, &#13;
mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian  itu, mengganti kerugian.  Dalam &#13;
studi kasus ini  pada putusan perkara No. 34/Pdt.G/2009/PN-BNA  adalah karena adanya &#13;
pengambilan tanah untuk  kepentingan  umum, yang dilakukan oleh pemerintah, apabila tidak &#13;
sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku  maka  perbuatan tersebut juga termasuk dalam &#13;
perbuatan melawan hukum.  Dalam kasus ini  pihak  penggugat telah menempuh segala upaya &#13;
hukum yang ada,  guna memulihkan kerugian yang diderita dan  berada pada pihak yang &#13;
menang sehingga mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan oleh karena amar putusan &#13;
tersebut  pihak  penggugat mengajukan permohonan eksekusi namun eksekusi tersebut &#13;
dinyatakan tidak dapat dilakukan (non executable).&#13;
Penulisan studi kasus  ini bertujuan untuk menjelaskan dan mengetahui  alasan dan &#13;
pertimbangan  Ketua  Pengadilan  Negeri  Kota  Banda  Aceh dalam menjalankan eksekusi &#13;
terhadap putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap ,  upaya  hukum yang dapat &#13;
ditempuh oleh  Pemohon  Eksekusi akibat permohonan yang dinyatakan  non-executable  serta &#13;
pencapaiannya pada  tujuan hukum  yaitu kepastian, keadilan dan kemanfaatan hukum dalam &#13;
masyarakat.&#13;
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau disebut juga penelitian normatif. &#13;
Teknik pengumpulan  data yang digunakan adalah melalui studi kepustakaan dilakukan &#13;
dengan maksud memperoleh data primer melalui serangkaian kegiatan membaca, menelaah &#13;
peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan obyek penelitian.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan dan pertimbangan Ketua Pengadilan Negeri &#13;
Banda Aceh dalam menjalankan eksekusi terhadap putusan yang telah memperoleh kekuatan &#13;
hukum tetap  adalah karena tidak adanya amar putusan pada Mahkamah Agung yan g &#13;
menetapkan besarnya  prestasi yang harus dibayar tergugat walaupun dihukum secara &#13;
tanggung renteng dan demi memberikan  kepastian hukum,  prestasi harus ditetapkan berapa &#13;
besarnya sehingga eksekusi yang dimohonkan tidak dapat dijalankan  (non executable). Upaya &#13;
hukum yang dapat ditempuh oleh  Pemohon  Eksekusi akibat permohonan yang dinyatakan &#13;
non-executable  adalah yang pertama dengan mengajukan gugatan baru kembali kep ada &#13;
Pengadilan Negeri  meskipun bersinggungan dengan asas  nebis in idem  dan yang kedua &#13;
dengan mengajukan permohonan peninjauan kembali  kepada Mahkamah Agung.  Putusan &#13;
Hakim dalam mencapai  tujuan hukum yaitu kepastian, keadilan dan kemanfaatan hukum dalam &#13;
masyarakat adalah sesuatu yang bertentangan namun tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya&#13;
oleh karena itu menegakkan hukum harus ada kompromi antara ketiga unsur tersebut.&#13;
Disarankan kepada  Ketua  Pengadilan Negeri Banda Aceh sebelum memutuskan &#13;
penetapan pada permohonan eksekusi dapat mempertimbangkan besaran kewajiban atau &#13;
prestasi yang harus dibayar oleh  para  tergugat secara tanggung renteng atau dibagi rata &#13;
dengan dicantumkan nilai masing-masing yang harus dibayar walaupun besaran kewajiban &#13;
dalam amar putusan tidak dicantumkan sebelum menetapkan sebuah permohonan eksekusi &#13;
tidak dapat dijalankan  (non executable),  oleh karena permohonan eksekusi atas dasar putusan &#13;
yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap untuk dapat tercapainya peradilan yang &#13;
sederhana, cepat, dan biaya ringan.</note>
 <subject authority="">
  <topic>COMPUTER SCIENCE</topic>
 </subject>
 <classification>005.1&#13;
</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34719</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-04 09:38:06</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-12 10:40:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>