<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34709">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN TEPUNG KULIT PISANG FERMENTASI, BUNGKIL KELAPA, DAN MINYAK SAWIT TERHADAP BERAT DAN PERSENTASE BEBERAPA ORGAN TUBUH ITIK PEKING</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Humaira Asra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kendala dalam pemeliharaan itik peking antara lain adalah biaya ransumnya tinggi.    Oleh karena itu,  biaya ransum itik harus dapat ditekan misalnya dengan menggunakan bahan-bahan pakan alternatif,  salah satunya kulit pisang.   Selama ini,  limbah kulit pisang hanya dimanfaatkan untuk makanan ternak ruminansia. Kulit pisang jarang diberikan kepada unggas karena kandungan serat kasarnya sangat tinggi (Udjianto et al.,  2005).  Serat kasar di dalam kulit pisang dapat dikurangi dengan proses fermentasi.  Menurut  Koni (2009),  fermentasi dapat menurunkan serat kasar dan meningkatkan protein.    Meskipun,  kandungan protein pada kulit pisang yang difermentasi meningkat,  kandungan protein di dalam ransum itik kemungkinan belum mencapai kebutuhannya sebagai akibat adanya penggunaan tepung kulit pisang.   Oleh karena itu,   tambahan bahan pakan lain sebagai sumber protein diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi sebagian ransum komersil dengan campuran tepung kulit pisang fermentasi,  bungkil kelapa, dan minyak sawit terhadap berat dan persentase beberapa organ tubuh itik peking.&#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Lapangan Peternakan (LLP),  Univeritas Syiah Kuala   tanggal 22  Februari?19 April  2017.  Penelitian ini menggunakan  96 ekor  anak itik peking  (DOD).   Selama  periode  0?3 minggu (starter),  anak itik dari semua perlakuan diberikan  ransum komersil ayam broiler CP511 Bravo.   Selama periode  3?8 minggu   (grower/finisher),  anak itik  diberikan ransum perlakuan berupa ransum komersil itik CP544 yang sebagian disubstitusi dengan campuran tepung kulit pisang fermentasi,  bungkil kelapa, dan minyak sawit, serta  feed supplement,  kecuali perlakuan kontrol.  Ransum perlakuan adalah ransum komersil itik CP544 + bungkil kelapa + minyak sawit + feed supplement sebanyak 100+0+0+0% (R1), 92+4+2,5+0,5+1% (R2), 85+8+5+1%  (R3),  dan 78+12+7,5+1,5+1% (R4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan Subsampel (Randomized Block Design with Subsampling) terdiri dari 4 perlakuan, 4 kelompok,   dan 2 subsampling.   Setiap kelompok merupakan unit percobaan,  masing-masing terdiri dari 6 ekor anak itik.   Parameter yang diamati meliputi bobot dan persentase organ saluran pencernaan (crop, gizzard, usus), organ pembantu pencernaan (hati, pankreas),  organ sirkulasi dan darah (jantung, darah, limpa),  lemak abdomen,  organ luar  (bulu, kepala + leher, shank) dan mortalitas.  Data yang diperoleh diolah secara statistik dengan menggunakan analysis of  variance (ANOVA), jika terdapat perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (Steel dan Torrie, 1991).  &#13;
Hasil penelitian memperlihatkan penggunaan  tepung kulit pisang fermentasi sampai 12% + bungkil kelapa 7,5% + minyak sawit 1,5% + feed supplement 1% sebagai substitusi sebagian ransum komersil itik (N544)  selama umur 3?8 minggu tidak berpengaruh nyata (P&gt;0,05) terhadap berat dan persentase beberapa organ saluran pencernaan (tembolok, rempela,  usus),   organ sirkulasi dan darah (jantung, darah, limpa),   dan  organ luar  (bulu, kepala + leher, shank).  Meskipun secara statistik tidak nyata,  ada sedikit peningkatan persentase tembolok dan usus itik-itik yang diberikan tepung kulit pisang fermentasi (R2?R4).   Itik-itik yang mendapatkan 12% tepung kulit pisang fermentasi (R4) memiliki rataan persentase gizzard sedikit lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.   Rataan bobot dan persentase hati dan pankreas itik-itik peking yang diberi ransum yang mengandung tepung kulit pisang fermentasi (R2?R4) terlihat sedikit lebih tinggi daripada kontrol (R1).   Namun demikian, bobot dan persentase semua organ yang diteliti termasuk dalam kisaran normal.   Selama penelitian hanya dua ekor itik yang mati. &#13;
Penggunaan  tepung kulit pisang fermentasi sampai 12%  berpengaruh sangat nyata (P</note>
 <subject authority="">
  <topic>BANANAS</topic>
 </subject>
 <classification>634.772</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34709</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-03 16:26:49</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-03 11:22:44</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>