HUBUNGAN KADAR ANTIBODI ANTI DOUBLESTRANDED DEOXYRIBONUCLEIC ACID (DSDNA)DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

HUBUNGAN KADAR ANTIBODI ANTI DOUBLESTRANDED DEOXYRIBONUCLEIC ACID (DSDNA)DENGAN DERAJAT KEPARAHAN PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK


Pengarang

dr. Heriani - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1207601020004

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis-I Ilmu Penyakit Dalam Unsyiah., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.772

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Abstrak

HUBUNGAN KADAR ANTIBODI ANTI DOUBLE STRANDED
DEOXYRIBONUCLEIC ACID (dsDNA) DENGAN DERAJAT
KEPARAHAN PADA PASIEN LUPUS ERITEMATOSUS SISTEMIK

Latar Belakang
Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit inflamasi autoimun
kronik yang menimbulkan manifestasi klinik, perjalanan penyakit dan prognosis
yang sangat beragam.Penyebab LES belum diketahui secara pasti, namun diduga
penyebabnya multifaktorial yang terdiri dari faktor genetik, lingkungan dan
hormonal. LES lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Salah
satu pemeriksaan yang disarankan untuk menegakkan LES adalah pemeriksaan
anti-dsDNA dan untuk menilai derajat keparahan penyakit di gunakan skor MEXSLEDAI



Tujuan

Mengetahui hubungan kadar anti-dsDNA dengan derajat keparahan lupus
eritematosus sistemik

Metode
Penelitian bersifat analitik observasional dengan desain cross sectional pada 30
orang subjek penelitian yang dipilih secara consecutive sampling pada periode
September 2016 sampai Pebruari 2017 di poliklinik dan ruang rawat penyakit
dalam Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin Banda Aceh. Parameter
yang diperiksa adalah anti-dsDNA dan derajat keparahan penyakit LES. Hasil
penelitian dianalisa menggunakan uji One-Way Anova dan uji Kruskal-Wallis

Hasil
Subjek penelitian berjumlah 30 orang, mayoritas pasien perempuan 28 orang
(93%). Nilai minimum kadar anti-dsDNA 137,00 IU/ml dan nilai maksimum
3.200,00, dengan nilai rata-rata kadar anti-dsDNA sebesar 1.156,28 IU/ml dengan
SD sebesar 1.142,94 IU/ml. Derajat keparahan LES ringan 2 orang (6,7%), LES
sedang 11 orang (36,7%), LES berat 17 orang (56,6%). Derajat keparahan LES
memiliki nilai yang tidak terdistribusi dengan normal maka perbedaan tersebut di
uji secara statistik melalui uji One-Way Anova dan Kruskal-Wallis test memiliki
nilai Chi-square sebesar 4,705 dengan p-value sebesar 0,095. Oleh karena nilai pvalue

>5% (0,095 > 0,05), maka kadar anti-dsDNA untuk masing-masing derajat
keparahan LES tidak terdapat perbedaan.

Kesimpulan
Tidak terdapat hubungan kadar anti-dsDNA dengan derajat keparahan dari LES.
Kadar anti-dsDNA pada masing-masing derajat keparahan LES tidak terdapat
perbedaan.

Kata kunci : Lupus Eritematosus Sistemik, Kadar Antibodi Anti-dsDNA, Derajat
Keparahan LES, MEX-SLEDAI

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK