Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP PELAKU TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DENGAN CARA PENGGRANATAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLDA ACEH)
Pengarang
JULIA NINGSIH - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1303101010209
Fakultas & Prodi
Fakultas Hukum / Ilmu Hukum (S1) / PDDIKTI : 74201
Subject
Penerbit
Banda Aceh : Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala., 2017
Bahasa
Indonesia
No Classification
345.01
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
ABSTRAK
Julia Ningsih
2017
PELAKSANAAN PENYIDIKAN TERHADAP PELAKU
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA
DENGAN CARA PENGGRANATAN (SUATU
PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM POLDA ACEH).
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala
(iv, 69) pp.,bibl.,tabl. 2017.
Nurhafifah, S.H, M.Hum
Pembunuhan dengan rencana lebih dahulu atau disingkat dengan
pembunuhan berencana, adalah pembunuhan yang paling berat ancaman pidananya
dari seluruh bentuk kejahatan terhadap nyawa manusia. Terjadinya pembunuhan juga
tidak terlepas dari kontrol sosial masyarakat, baik terhadap pelaku maupun terhadap
korban pembunuhan sehingga tidak memberi peluang untuk berkembangnya
kejahatan ini, apalagi terhadap pembunuhan yang direncanakan terlebih dahulu,
ancaman hukumannya lebih berat dari pembunuhan biasa karena adanya unsur yang
direncanakan terlebih dahulu (Pasal 340 KUHP).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan pelaksanaan penyidikan
terhadap pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dengan penggranatan. Untuk
menjelaskan hambatan pelaksanaan penyidikan terahadap pelaku tindak pidana
berencana dengan penggranatan.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
penelitian keperpustakaan dan metode penelitian lapangan untuk memperoleh data
sekunder dilakukan dengan cara mengkaji dan mempelajari Kitab Undang-Undang
Hukum Pidana (KUHAP), buku teks lainnya serta makalah lain yang berkaitan
dengan masalah yang dibahas.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses penyidikan tindak pidana
pembunuhan dengan menggunakan granat dilakukan dengan cara menggunakan
penyidikan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan cara daktiloskopi, Penyidikan
terhadap saksi dan terhadap terdakwa. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan
penyidikan diantaranya faktor interen pada dasarnya pihak kepolisian tidak banyak
menemukan kesulitan-kesulitan baik didalam melakukan penangkapan maupun
dalam melakukan proses pelaksanaan penyidikan. Faktor eksternal yang dapat
ditemui oleh penyidik adalah cara dalam memberikan pengertian terhadap
masyarakat dalam kawasan Tempat Kejadian Perkara (TKP) tindak pidana, kesulitan
dalam menghadirkan saksi-saksi dikarenakan banyaknya saksi yang harus
dihadirkan.
Disarankan pelaksanaan penyidikan dilakukan dengan koordinasi berbagi
pihak untuk mempercepat proses penyidikan dan menetapkan tersangka dalam
perkara tersebut.
Tidak Tersedia Deskripsi
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN SECARA BERSAMA-SAMA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KEPOLISIAN DAERAH ACEH) (Veronica Pratiwi, 2017)
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA TERHADAP ANGGOTA KELUARGA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN (Lola Mauliva, 2016)
TINDAK PIDANA PERCOBAAN PEMBUNUHAN BERENCANA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BIREUEN) (MUHAMMAD HANIF, 2019)
TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA YANG DILAKUKAN OLEH PEKERJA TERHADAP MAJIKAN (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI BANDA ACEH) (NABILLA SAGITA YUSUF, 2020)
PENGGUNAAN UJI BALISTIK DALAM PEMBUKTIAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DENGAN MENGGUNAKAN SENJATA API (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN NEGERI SIGLI) (IRFAN FAHRUZI, 2025)