<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34515">
 <titleInfo>
  <title>TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA (SUATU PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KOTA BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SITI AQLIMA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>SitiAqlima&#13;
2017&#13;
ABSTRAK&#13;
TINDAK PIDANA KORUPSI DANA DESA (SUATU&#13;
PENELITIAN DI WILAYAH HUKUM KOTA&#13;
BANDA ACEH)&#13;
Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala&#13;
(iv, 76) pp.,bibl.,tabl.&#13;
Rizanizarli, S.H, M.H.&#13;
Tindak pidana korupsi dikategorikan sebagai extraordinary crime (kejahatan&#13;
luar biasa), sebagai mana definisi tindak pidana korupsi dalam Undang-undang  No.&#13;
20 tahun 2001 di mana setiap orang yang secara melawan hukum melakukan&#13;
perbuatan memperkaya diri sendiri atau korporasi yang dapat merugikan keuangan&#13;
Negara atau perekonomian negara, karena dampak yang ditimbulka nmemang luar&#13;
biasa, yang selama ini terjadi secara sistematik dan meluas, tidak hanya merugikan&#13;
keuangan negara, mengganggu stabilitas dan keamanan masyarakat serta&#13;
melemahkan nilai-nilai demokrasi, etika, keadilan dan kepastian hukum, juga telah&#13;
melanggar hak-hak sosial dan ekonomi masyarakat secara luas, namun dalam&#13;
kenyataan nya tindak pidana korupsi dana desa tetap terjadi.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor penyebab terjadinya tindak&#13;
pidana korupsi dana desa, untuk mengetahui penerapan sanksi pidana terhadap&#13;
pelaku tindak pidana korupsi dana desa, dan untuk mengetahui hambatan dan upaya&#13;
aparat penegak hokum dalam hal penanggulangan tindak pidana korupsi dana desa.&#13;
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini maka digunakan metode&#13;
penelitian kepustakaan (library research) dan metode penelitian lapangan(field&#13;
research).Selanjutnya,data tersebut disajikan dalam bentuk deskriptif untuk&#13;
menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan.&#13;
Hasil dari penelitian ini adalah penerapan hokum pidana baik secara formil&#13;
maupun materil dalam Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Kewenanagan oleh&#13;
Kepala Desa Lueng Bata berdasarkan Putusan Nomor 26/ Pid.Sus-TPK/2016/PNBna,&#13;
dengan terdakwa Syarifuddin Bin Muhammad yang menyatakan bahwa&#13;
Terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah “Melakukan Tindak&#13;
Pidana Korupsi Secara Bersama-sama ” dan menjatuhkan pidana kepada Terdakwa&#13;
dengan pidana nselama 1 (satu) tahun dan 6 (enam) bulan dan denda sejumlah Rp.&#13;
50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Hambatan dalam upaya penegakan hokum&#13;
dalam penanggulangan tindak pidana korupsi dana desa adalah kurangnya bukti&#13;
tertulis yang diperoleh, terbatasnya waktu yang dimiliki dalam melakukan&#13;
penyidikan terhadap terdakwa. Upaya penegakan hokum dalam penanggulangan&#13;
tindak pidana korupsi dana desa dilakukan pembenahan terhadap lembaga peradilan&#13;
dan lembaga penegakan hukum lainnya yang membutuhkan perencanaan yang&#13;
terarah dan terpadu, realistis dan mencerminkan realitas dana spirasi kebutuhan&#13;
masyarakat, agar lembaga hukum tersebut berdiri secara independen.&#13;
Disarankan kepada penegak hukum, hendak nya pelaku Tindak Pidana&#13;
Korupsi diberikan hukuman yang lebih memberatkan, mengingat bahwa Tindak&#13;
Pidana Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang tergolong dalam kejahatan&#13;
terhadap kemanusiaan sehingga di perlukan pula penanganan yang luar biasa demi&#13;
menciptakan efek jera terhadap para koruptor.</note>
 <subject authority="">
  <topic>CORRUPTION IN GOVERMENT - LAW</topic>
 </subject>
 <classification>345.023 23</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34515</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-09-29 10:22:41</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-03-02 09:53:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>