HUBUNGAN SINDROM PARKINSONISME TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI BLUD RUMAH SAKIT JIWA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN SINDROM PARKINSONISME TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI BLUD RUMAH SAKIT JIWA BANDA ACEH


Pengarang

Reza Hafiyyan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1107101010235

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Pendidikan Dokter (S1) / PDDIKTI : 11201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Skizofrenia merupakan salah satu jenis penyakit di bidang psikiatri yang merupakan sindroma klinis dari berbagai keadaan psikologis sangat mengganggu yang melibatkan proses pikir, persepsi, emosi, psikomotor, dan tingkah laku. Skizofrenia disebabkan oleh overaktivitas pada jaras dopamin mesolimbic. Skizofrenia diterapi dengan obat antipsikotik tipikal dan atipikal. Efek samping obat antipsikotik adalah sindrom ekstrapiramidal. Sindrom parkinsonisme salah satu gejala sindrom ekstrapiramidal. Efek samping obat, yaitu sindrom parkinsonisme, menyebabkan pasien tidak patuh minum obat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan sindrom parkinsonisme terhadap kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di BLUD Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode non probability sampling dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner MMAS-8 dan rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukan jumlah pasien skizofrenia dengan efek samping sindrom parkinsonisme adalah 30 pasien (7,5%) dari 400 pasien skizofrenia yang berobat rawat jalan. Katakteristik pasien skizofrenia dengan sindrom parkinsonisme didapatkan pasien laki-laki sebanyak 18 orang (60,0%). Sebagian besar sampel berumur 26-45 tahun (53,3%). Obat antipsikotik yang paling sering diberikan adalah antipsikotik generasi 2 (atipikal) sebanyak 16 pasien (53,3%). Berdasarkan hasil analisa data, diperoleh bahwa tidak ada hubungan antara sindrom parkinsonisme dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia dengan nilai signifikasi 0,922 (p>0,05).

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK