<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="34375">
 <titleInfo>
  <title>PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT IIB MINGGU KETIGA MENGUNAKAN SALEP DAUN KEDONDONG (SPONDIAS DULCIS F.) DENGAN BERBAGAI DOSIS PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NOVERGICUS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Evi Zulfira</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT IIB MINGGU KETIGA MENGGUNAKAN SALEP DAUN KEDONDONG &#13;
(Spondias dulcis F.) DENGAN BERBAGAI &#13;
DOSIS PADA TIKUS PUTIH &#13;
(Rattus novergicus)&#13;
&#13;
ABSTRAK&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui penyembuhan luka bakar derajat IIB minggu ketiga  menggunakan salep daun kedondong dengan berbagai dosis pada tikus putih galur Wistar. Tikus digunakan sebanyak 12 ekor, jantan, berumur 2-3 bulan dan berat badan 200-300 gram, dibagi 4 kelompok perlakuan yaitu, P0 (vaselin), P1 (salep daun kedondong 10%), P2 (salep daun kedondong 17,5%) dan P3 (salep daun kedondong 25%) dengan 3 kali ulangan. Luka bakar derajat IIB dibuat pada punggung tikus. Perawatan dilakukan 2 kali sehari selama 14 hari. Sampel kulit dibuat preparat histopatologis dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Parameter penelitian makroskopik (diameter luka) dan mikroskopik (infiltrasi sel radang, hiperemi, distribusi kolagen, sel fibroblas, neovaskular dan folikel rambut) dengan skoring. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANAVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian diameter luka bakar menunjukkan kelompok P0,P1,P2 dan P3 sangat berbeda nyata. Gambaran infiltrasi sel radang, hiperemi, neovaskuler dan distribusi kolagen menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang nyata, gambaran sel fibroblast dan folikel rambut menunjukan ada perbedaan yang nyata terhadap keempat kelompok perlakuaan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salep daun kedondong 25% efektif untuk  penyembuhan luka bakar derajat IIB minggu ketiga pada tikus putih.   &#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>BURNS</topic>
 </subject>
 <classification>1</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>34375</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-09-26 09:41:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-09-26 09:27:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>