MISKONSEPSI SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VII MTSN MODEL BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

MISKONSEPSI SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VII MTSN MODEL BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2016/2017


Pengarang

Annisa Iqramina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1306103020028

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Matematika (S1) / PDDIKTI : 84202

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

371.3

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Konsep merupakan ide atau pengertian ilmiah yang digunakan untuk mengelompokkan suatu objek. Miskonsepsi merupakan kesalahan dalam memahami suatu konsep yang telah disepakati oleh pakar. Mendeteksi adanya miskonsepsi pada siswa sangatlah penting dilakukan, mengingat bahwa antar konsep yang satu dan yang lain saling berkaitan dan berkesinambungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi atau melihat letak miskonsepsi siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas VII MTsN Model Banda Aceh Tahun Pelajaran 2016/2017. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 dan VII-3 MTsN Model Banda Aceh yang masing-masing kelas terdiri dari 36 siswa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan dokumentasi hasil ujian semester genap. Analisis data dilakukan dengan memeriksa jawaban siswa, disesuaikan dengan konsep yang sebenarnya. Jika jawaban siswa tidak sesuai dengan kaidah yang sebenarnya, maka siswa mengalami miskonsepsi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa miskonsepsi pada soal pilihan berganda di nomor 5, 29, dan 32 yaitu materi tentang himpunan dan sudut. Sedangkan miskonsepsi pada soal essay teridentifikasi pada konsep garis dan sudut diperoleh 43%, aritmatika sosial 38,89%, miskonsepi pada pecahan 15,3%, dan miskonsepsi pada pertidaksamaan satu variabel diperoleh 34,72% dari jumlah siswanya. Dengan demikian, sebagian siswa masih mengalami miskonsepsi dalam mata pelajaran matematika dan perlu ditingkatkan lagi pemahaman konsep pada materi-materi tersebut.
Kata Kunci : konsep, miskonsepsi, matematika

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK