Analisis Pasang Surut Air Laut Di Kuala Langsa Dan Pulau Pusong Menggunakan Metode Admiralty | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

Analisis Pasang Surut Air Laut Di Kuala Langsa Dan Pulau Pusong Menggunakan Metode Admiralty


Pengarang

Annisa Sri Sugiarti - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0908102010027

Fakultas & Prodi

Fakultas MIPA / Fisika (S1) / PDDIKTI : 45201

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas mipa., 2013

Bahasa

Indonesia

No Classification

551.470 24

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Penelitia mengenai analisis pasang surut air laut di Kuala Langsa dan Pulau Pusong
dengan kondisi fisik perairan yang berbeda telah dilakukan, dimana Kuala Langsa
merupakai perairan sungai dan Pulau Pusong merupakan perairan pantai. Tujuan
penelitian ini untuk menentukan tipe pasang surut di kedua lokasi tersebut. Penelitian
ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Kuala Langsa – Pulau Pusong
Hydro – Oceanography Survey dan data primer yang diambil selama 29 jam. Analisis
pasang surutnya menggunakan metode Admiralty untuk mendapatkan amplitudo dan
beda fase, sehingga hasilnya dapat digunakan untuk menentukan tipe pasasng surut
dengan menggunakan bilangan Formhazl. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa
bilangan Formhazl untuk lokasi Kuala Langsa dan Pulau Pusong adalah 0,12 dan
0,23. Berdasarkan hasil analisis bilangan Formhazl untuk kedua lokasi yang nilainya
lebih kecil dari 0,25, dapat disimpulkan bahwa kedua lokasi tersebut memiliki tipe
pasang surut semidiurnal.
Kata Kunci : pasang surut, metode Admiralty, bilangan Formhazl, semidiurnal
ABSTRACT
A research about tidal analysis in Kuala Langsa and Pusong Island with different
physical condition had been done, where Kuala Langsa is an estuary and Pusong
Island is a coastal. The purpose of this research to determined tidal type on both
locations. This research used secondary data obtained from Kuala Langsa – Pusong
Island Hydro – Oceanography Survey and primary data that is taken for 29 hours.
Tidal analysis used Admiralty methods to obtain amplitude and phase lag, so the
result can be used to determined tidal type with Formhazl number. The result of
Formhazl number for Kuala Langsa and Pusong Island are 0,12 and 0,23
respectively. Based on analysis for both location if it smaller than 0,25, it concluded
that both location had showed same tidal type, i.e semidiurnal.
Keywords : tidal, Admiralty methods, Formhazl number, semidiurnal

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK