ANALISIS KOMPERATIF INOVATIF SISTEM BETERNAK KAMBING PADA KANDANG PANGGUNG DAN KANDANG BIASA DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KOMPERATIF INOVATIF SISTEM BETERNAK KAMBING PADA KANDANG PANGGUNG DAN KANDANG BIASA DI KECAMATAN BLANG BINTANG KABUPATEN ACEH BESAR


Pengarang

Dedy Kurniawan - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0805102020049

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Fakultas Pertanian., 2014

Bahasa

Indonesia

No Classification

338.17

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Ternak kambing dianggap mengiurkan karena kebutuhan akan kambing tidak
pernah surut. Apalagi di Negara seperti Indonesia yang mayoritas penduduknya
beragama Islam. Ada saat-saat yang membuat kambing sangat dibutuhkan untuk
memenuhi kewajiban umat muslim, seperti lebaran idul Adha atau melakukan
aqiqah, semakin dekat dengan Idul Adha, maka semakin tinggi pula harga kambing
Pengembangan usaha ternak kambing saat ini telah berkembang pesat dengan
berbagai metode pengembangan, yaitu mulai dari asimilasi sampai metode jenis
kandang. Metode atau sistem pengandangan saat ini yang ada diterapkan oleh
masyarakat di Kabupaten Aceh Besar yaitu sistem kandang panggung dan sistem
kandang biasa. Sistem kandang panggung mempunyai kelemahan yaitu dari segi
biaya yang cukup besar dimana membutuhkan biaya untuk pembelian bahan
kandang, sedangkan untuk sistem kandang biasa tidak terlalu besar dibandingkan
sistem kandang panggung tersebut
Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Blang Bintang Kabupaten Aceh Besar.
Adapun objek dalam penelitian ini dikhususkan pada usaha ternak kambing dengan
sistem kandang panggung dan kandang biasa di Kecamatan Blang Bintang
Kabupaten Aceh Besar. Ruang lingkup penelitian ini hanya terbatas pada pendapatan
usaha ternak kambing. Metode pengambilan sampel adalah sensus dengan jumlah
sampel sebanyak 39 orang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis uji ”t”,
uji pendapatan, Benefit Cost Ratio, ROI, dan BEP dan analisis deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan yang diterima oleh peternak
kambing kandang panggung mencapai Rp. 643.737 per ekor per tahun, sedangkan
yang menggunakan sistem kandang konvensional mencapai Rp. 560.227 per ekor per
tahun. Untuk uji ”t” terdapat perbedaan yang signifikan dan terdapat beberapa
kendala serta solusi.
Terdapat perbedaan pendapatan antara inovasi sistem usahatani ternak kambing
pada kandang panggung dengan kandang biasa (konvensional) dimana pendapatan
sistem kandang panggung lebih besar dibandingkan pendapatan sistem kandang
konvensional/lemperk. Dengan hasil pengujian t cari = 34,599 > ttabel = 1,86.
Kendala yang dihadapi oleh peternak kambing yang menggunakan Sistem
kandang pangung diantaranya adalah Biaya pembuatan kandang yang tinggi,
membutuhkan tenaga kerja yang banyak, resiko cedera lebih besar bila kaki kambing
terperosok pada sela-sela lantai kandang. Sistem kandang biasa (konvensional)
diantaranya : mudahnya terserang penyakit kulit dan flu, membutuhkan tenaga ekstra
untuk membersihkan kandang, rentang terhadap serangan binatang buas
Kata Kunci : Usaha Ternak Kambing, kandang Panggung, Kandang Biasa, uji
“t”

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK