<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33980">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MENGGUNAKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SEBAGAI FAKTOR KONTROL</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irham Solehidin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam meraih prestasi yang tinggi di sekolah, banyak orang berpendapat  bahwa seorang pelajar harus memiliki Intelligence Qoutien (IQ) yang tinggi, karena intelligence atau kecerdasan intelektual merupakan bekal potensial yang memudahkan seseorang dalam proses belajar dan pada gilirannya akan meraih prestasi belajar yang tinggi. Kenyataannya, dalam pencapaian prestasi sering ditemukan ada siswa yang memiliki kemampuan intelektual tinggi tetapi meraih prestasi belajar yang relatif rendah, namun ada pula siswa yang meskipun kemampuan intelektualnya relatif rendah, tetapi dapat meraih prestasi belajar yang relatif tinggi. Hal tersebut memberikan penjelasan bahwa, taraf kecerdasan intelektual bukan merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilan belajar, karena ada faktor lain yang dapat mempengaruhi. Sehingga dalam penelitian ini dilakukan pendekatan melalui faktor kecerdasan emosional (EQ) dengan menggunakan motivasi belajar sebagai faktor kontrol, untuk mengungkap adanya pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar matematika. Metode yang digunakan adalah korelasi parsial. Objek yang diteliti adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Badar Kutacane. Hasil  penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif antara kecerdasan emosional (EQ) terhadap prestasi belajar matematika dengan menggunakan motivasi belajar matematika sebagai faktor kontrol, yaitu sebesar 0,469 (47%).&#13;
Kata kunci:	Kecerdasan Emosional (EQ), Motivasi Belajar Matematika, Prestasi Belajar Matematika, Korelasi Parsial.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>TEACHING METHODS</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>LEARNING - EDUCATIONAL PSYCOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>370.152 3</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33980</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-28 11:37:28</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-24 09:50:14</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>