<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33934">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENGGUNAAN SEMEN PCC DAN PPC TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON DENGAN FAS 0,4</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Badrul Akmal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Laporan Kerja Praktek</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Seiring dengan banyaknya pemakaian beton sebagai bahan konstruksi, secara langsung para pemakai harus menggunakan semen sebagai bahan pengikat antara agregat kasar dan agregat halus. Semen yang digunakan untuk pekerjaan beton harus disesuaikan dengan rencana kekuatan dan spesifikasi teknis. Dalam penelitian ini agregat dicampur dengan menggunakan jenis semen yang berbeda, yaitu semen PC (Portland Cement) untuk membandingkan hasil kuat tarik belah dengan menggunakan semen PCC (Portland Composit Cement) dan semen PPC (Portland Pozzolan Cement). Pencampuran ketiga jenis semen tersebut pada proses pengecoran menggunakan mix design beton yang sama, dengan FAS 0,4. Perencanaan campuran beton menggunakan metode American Concrete Institute 211.1-91. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan semen PCC dan PPC terhadap kuat tarik belah beton. Benda uji yang digunakan pada penelitian adalah slinder beton berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian beton dilakukan pada umur 7 hari, 28, dan 56 hari.  Berdasarkan  hasil pengujian diperoleh nilai slump sesuai dengan rencana, yaitu antara 7,5 – 10 cm. Nilai slump rata-rata untuk semen PC 7,5 cm,  PPC 8,5 cm sedangkan untuk semen PCC 8 cm. Berdasarkan pengujian  tersebut  untuk umur beton 7 hari diperoleh  kuat  tarik belah menggunakan semen PC, PCC, dan PPC berturut-turut adalah  2,9 MPa; 2,6 MPa; dan 2,6 MPa. Sedangkan kuat belah umur 28 hari untuk semen PC, PCC dan PPC berturut-turut 3,4 MPa; 3,0 MPa; 2,7 MPa. Untuk umur beton 56 hari diperoleh kuat belah rata-rata untuk semen PC, PCC, dan PPC berturut-turut 3,9 MPa; 3,5 MPa; 3,6 MPa. Dilihat dari umur yang biasa dipakai untuk uji beton yaitu umur 28 hari, jenis semen PCC lebih unggul kuat tarik belah dibandingkan dengan PPC. Berdasarkan hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis semen menunjukkan semakin bertambahnya umur beton, maka nilai kuat tarik belah beton semakin meningkat. &#13;
&#13;
Kata kunci : semen PC, PCC, PPC, beton, kuat tarik belah.&#13;
</note>
 <subject authority="">
  <topic>STRUCTURAL ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CONCRETE - BUILDING MATERIALS</topic>
 </subject>
 <classification>691.3&#13;
</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33934</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-24 14:24:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-25 11:55:58</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>