ANALISIS KINERJA SIMPANG BPKP AKIBAT PEMBANGUNAN FLYOVER DAN UNDERPASS SIMPANG SURABAYA,BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    SKRIPSI

ANALISIS KINERJA SIMPANG BPKP AKIBAT PEMBANGUNAN FLYOVER DAN UNDERPASS SIMPANG SURABAYA,BANDA ACEH


Pengarang

Zulfahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1304101010002

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA., 2017

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.794

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh yang merupakan Ibukota Provinsi Aceh mengakibatkan pertumbuhan Kota Banda Aceh semakin pesat dengan tingkat kepemilikan kendaraan yang terus bertambah. Hal ini menyebabkan kemacetan di sejumlah Simpang Kota Banda Aceh. Kemacetan di Kota Banda Aceh terjadi terutama di kawasan perkotaan pada waktu puncak (peak hour) seperti di kawasan Simpang BPKP, Simpang Surabaya, dan sekitarnya. Hal tersebut membuat Pemerintah Aceh memutuskan untuk membuat ruas jalan baru yaitu pembangunan flyover dan underpass pada persimpangan jalan yang dirasakan sangat padat. Namun pada saat berlangsungnya pembangunan flyover dan underpass, volume lalu lintas di ruas jalan justru semakin padat sehingga menimbulkan hambatan lalu lintas pada beberapa simpang di sekitar wilayah pembangunan flyover dan underpass. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang yang ditimbulkan dari proyek pembangunan flyover dan underpass Simpang Surabaya pada masa konstruksi tahun 2017 dan akan dibandingkan dengan kinerja simpang sebelum masa konstruksi tahun 2014. Lokasi penelitian dilakukan di Simpang BPKP. Pengambilan data dilakukan pada hari Senin, 10 Juli 2017 dan hari Selasa, 11 Juli 2017. Tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan analisis kinerja simpang ini mengacu pada MKJI (1997). Hasil perhitungan jam puncak dengan arus tertinggi diperoleh arus lalu lintas pada pendekat Utara sebesar 1.259 smp/jam dengan kecepatan rata-rata waktu sebesar 31,17 km/jam, pendekat Selatan sebesar 1.162 smp/jam dengan kecepatan rata-rata waktu 38,44 km/jam, pendekat Timur sebesar 986 smp/jam dengan kecepatan rata-rata waktu 25,39 km/jam, dan pendekat Barat sebesar 813 smp/jam dengan kecepatan rata-rata waktu 29,78 km/jam. Selanjutnya dilakukan perbandingan dengan data lalu lintas sebelum masa konstruksi, dan didapat adanya peningkatan arus lalu lintas selama masa konstruksi pada pendekat Utara sebesar 34,27%, pendekat Selatan sebesar 75,79%, pendekat Timur sbesar 6,87%, sedangkan pada pendekat Barat terdapat penurunan volume lalu lintas sebesar 19,28%, serta adanya penurunan tingkat pelayanan jalan dari LOS D menjadi LOS F selama masa konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK