<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="33860">
 <titleInfo>
  <title>PERBANDINGAN BIAYA PEMBANGUNAN RUMAH MENGGUNAKAN DINDING INTERLOCKING BRICK DAN DINDING BATU BATA MERAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aris Munandar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Skripsi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kemajuan teknologi di bidang konstruksi terus mengalami perkembangan, salah satunya adalah teknologi bahan pengganti batu bata merah yang berfungsi sebagai dinding. Bahan-bahan konstruksi tersebut diantaranya batako, batafoam, bata bertautan dan interlocking brick. Interlocking Brick mulai diperkenalkan oleh Center For Vocational Building Technology (CVBT), penggunaan interlocking brick sebagai struktural mengakibatkan tidak perlu adanya pengeluaran biaya untuk material beton bertulang serta bekisting. Berdasarkan latar belakang dan permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan untuk membandingkan biaya pembangunan rumah menggunakan batu bata merah sebagai desain awal dan interlocking brick sebagai desain alternatif yang dapat mengurangi untuk pekerjaan beton bertulang seperti kolom, sloof serta ring balk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode perhitungan Rencana Anggaran  Biaya (RAB) dengan analisa harga satuan pekerjaan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 28/PRT/M/2016. Hasil penelitian menunjukkan seluruh biaya untuk desain awal yang menggunakan pasangan batu bata merah dan desain alternatif menggunakan interlocking brick terdapat perbedaan di pekerjaan pemasangan dinding. Rekapitulasi untuk seluruh pekerjaan desain awal menghabiskan biaya sebesar Rp169.290.000,00 sedangkan untuk seluruh pekerjaan desain alternatif menghabiskan biaya Rp117.540.000,00. Maka dapat dilakukan selisih penghematan biaya sebanyak 30,6% dari biaya desain awal atau sebesar Rp51.750.000,00. Berdasarkan hasil perbandingan biaya seluruh pekerjaan, penggunaan interlocking brick sebagai struktural bangunan dan dinding pengisi memberikan manfaat lebih hemat jika dibandingkan dengan desain rangka struktural beton bertulang dengan dinding pengisi batu bata merah.</note>
 <subject authority="">
  <topic>BRICKS - MATERIAL CONSTRUKTION</topic>
 </subject>
 <classification>691.4</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>33860</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-08-23 02:59:12</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-24 08:40:13</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>