PERILAKU LATERAL PORTAL BETON BERTULANG BERISI DINDING BATA MERAH DAN DINDING PRACETAK FERROFOAM CONCRETE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERILAKU LATERAL PORTAL BETON BERTULANG BERISI DINDING BATA MERAH DAN DINDING PRACETAK FERROFOAM CONCRETE


Pengarang

MUTIA INTAN SARI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1509200060008

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala.,

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Material pengisi dinding untuk rumah tinggal dan gedung umumnya menggunakan bata merah dan batako. Pembuatan material tersebut masih menggunakan metode konvensional. Metode tersebut rentan terhadap penyimpangan kualitas mutu dan hasil pekerjaan karena pengawasan yang tidak optimal. Di sisi lain, pemasangan dinding dengan metode konvensional memerlukan waktu yang cukup lama. Dinding pracetak yang terbuat dari beton busa (ferrofoam) dapat meminimalisir kekurangan dari metode secara konvensional. Tujuan penelitian untuk mengetahui perilaku portal beton bertulang dengan dinding pengisi bata merah dan pracetak ferrofoam concrete akibat beban lateral yang dibandingkan dengan portal tanpa dinding. Pengujian yang dilakukan adalah portal beton bertulang dengan ukuran 2350 × 3300 mm berjumlah tiga sampel yaitu portal tanpa dinding pengisi, dinding pengisi bata merah dan dinding pengisi pracetak ferrofoam concrete. Pengujian portal dilakukan dengan beban lateral siklik dengan arah pembebanan sejajar bidang balok (in plane) pada balok bagian atas portal. Mekanisme pembebanan dilakukan dengan kontrol beban yang ditentukan oleh perpindahan maksimum yang terukur dari LVDT dari join kolom-balok. Pembebanan lateral diberikan dalam siklus. Siklus pertama diberikan pada beban 0,50 tf; 1,00 tf; 1,50 tf dan kelipatanya kemudian ditekan sampai dengan benda uji hancur. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas yang terjadi pada portal beton bertulang dinding bata merah yang dibandingkan dengan portal beton bertulang dinding pracetak ferrofoam concrete sebesar 3,20 kali, penurunan kekakuannya hampir sama tetapi perpindahan yang terjadi lebih besar dari pada portal dinding bata merah. Energi disipasinya sebesar 2,15 kali dan nilai daktilitasnya hampir sama. Model kehancuran pada elemen portal terjadi kehancuran pada sambungan antara kolom dan sloof sedangkan jenis kehancuran yang terjadi pada elemen dinding yaitu jenis diagonal cracking.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK