PENGARUH FREKUENSI PERIODE GELOMBANG, KOEFISIEN FRIKSIONAL DAN DIFUSI UNTUK SIMULASI MODEL PASANG SURUT DI TELUK BENGGALA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    THESES

PENGARUH FREKUENSI PERIODE GELOMBANG, KOEFISIEN FRIKSIONAL DAN DIFUSI UNTUK SIMULASI MODEL PASANG SURUT DI TELUK BENGGALA


Pengarang

Safwandi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1209200220014

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Program Studi Magister Matematika Unsyiah., 217

Bahasa

Indonesia

No Classification

518

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Model numerik 2D diintegrasikan secara vertikal digunakan untuk simulasi pasang surut untuk komponen M2 di Teluk Benggala. Batasan model domain antara 6.6°N - 24.6°N dan 78.2°E - 98.2°E yang memenuhi regional teluk Benggala dan laut Andaman. Kemudian amplitudo dan fasa dideskripsikan dalam regional teluk terutama di daerah kostal sepanjang batasan bagian barat Teluk Benggala dengan kedalaman kurang dari 100 m. Tujuan utama simulasi adalah menentukan amplitudo, fasa di teluk dengan mempertimbangkan peranan sejumlah periode gelombang, koefisien gesekan dan difusi. Amplitudo dan fasa yang ditunjukkan menggunakan data komponen M2 di batasan terbuka yang dihitung secara interpolasi-linear. Bagian barat teluk dari titik stasiun Naagapatinam (Lat 10.76) sampai Shortt Island (Lat 20.76) jaraknya sekitar 1111 km (~10o garis lintang). Propagasi arus pasang surut bergerak secara paralel masuk ke dalam teluk dari air yang dalam sampai ke pesisir pantai. Dari komponen M2 diperoleh hasil terhadap 6 (enam) titik stasiun yang akurat dan dikembangkan titik-titik lain disekitarnya. Frekuensi periode gelombang memainkan peranan penting dalam menunjukkan kontur yang lebih halus. Frekuensi lebih dari 30 periode memberikan hasil yang lebih baik dan halus pada kontur. Semakin tinggi sejumlah periode gelombang, maka amplitudo dan fasa di sekitar pantai menunjukkan hasil yang lebih akurat. Untuk koefisien gesekan dasar laut, Cd = 0.0025 menunjukkan hasil yang lebih akurat untuk kedalaman < 100 m. Sedangkan untuk koefisien difusi dengan nilai yang setimbang yaitu 1500 m2/s. Dari hasil perhitungan akurasi model M2, maka model yang dibangun sudah menunjukkan hasil yang sangat memenuhi kriteria koefisien gesekan dan difusi.
Kata Kunci: Model Numerik 2D, Komponen M2, Periode Gelombang, Koefisien Friksional Dasar, Koefisien Difusi, Teluk Benggala.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK